Seperti Minggu, sambil menikmati keindahan suasana saat matahari terbit, terlihat banyak orang tua atau keluarga yang menggendong balitanya berendam di perairan pinggiran pantai pada kedalaman hingga di bawah dada orang dewasa
Beberapa saat kemudian, seiring waktu matahari terbit, sejumlah orang tua juga mengajak balitanya bermain pasir, sekaligus mencoba terapi baluran pasir, terutama pada bagian kaki hingga pangkal paha dan tangan sampai pundak.
"Ada keyakinan terapi baluran pasir semacam ini bisa mempercepat penguatan tulang dan persendian balita untuk bergerak, berdiri dan belajar melangkah," kata Kadek Nanta yang bersama istrinya melakukan hal tersebut pada bayinya yang memasuki usia delapan bulan.
Dia dengan bangga juga memperlihatkan bayi laki-laki anak pertama yang kaki hingga pahanya sempat diuruk pasir itu sudah bisa tegak berdiri dan dituntun melangkah di atas hamparan pasir basah Pantai Sanur.
Sementara puluhan orang tua terlihat menggendong balitanya di bagian depan, untuk diajak berendam di perairan pantai yang sejak pagi juga sudah dipenuhi ratusan anak hingga kaum dewasa dan tua itu.
Belum diperoleh informasi ilmiah mengenai pentingnya terapi berendam dan baluran pasir pantai tersebut. Beberapa warga yang melakukan hal tersebut pada balitanya, mengaku memperoleh informasi mengenai hal tersebut dari mulut ke mulut.
"Belakangan ini, terutama pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur lainnya, semakin banyak orang tua atau keluarga yang mengajak balitanya berendam dan baluran pasir di sini," kata Kadek Nanta yang mengaku sudah lima kali melakukan hal tersebut hingga bayinya bisa berdiri tegak dan belajar berjalan.
Sementara bagi kaum tua, meyakini dengan sering berendam di pantai akan membuat tubuh terasa bertambah sehat dan mengurangi rasa pegal pada otot dan persendian kaki, tangan, punggung hingga bagian leher dan tengkuk.
"Saya datang ke sini sengaja ingin merasakan untuk bisa berendam di Pantai Sanur. Selain mengasyikkan dan mengenang masa lalu, juga berharap mampu mengurangi pegal-pegal, rasa ngilu yang sering terasa di kaki dan punggung," kata Ny Arnita yang mengaku dari Depok, Jawa Barat.
Hingga sore hari, kawasan Pantai Sanur terus dibanjiri pengunjung, baik warga lokal maupun wisatawan domestik dan asing. Meskipun kondisi langit Bali hampir sepanjang hari diselimuti mendung, namun perairan pantai tak pernah sepi dari mereka yang sekadar bermain pasir maupun berendam, berenang, main kano dan aktivitas lainnya.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.