"Iya memang benar kami akui bahwa mesin-mesin dengan aneka program tujuan wisata itu saat ini sebagian besar tidak berfungsi," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tabanan I Wayan Diasa, Senin.
Dia menyebutkan, jumlah mesin canggih menggunakan layar sentuh tersebut di Tabanan sebanyak 12 unit, hanya saja saat ini kondisinya hampir semuanya tidak berfungsi.
"Hampir semuanya tidak berfungsi, termasuk yang di kantor bupati. Paling yang berfungsi hanya yang di kantor Disbudpar saja," katanya berterus terang.
Jika melihat fungsi dari keberadaan mesin tersebut, sesungguhnya sangat membantu tamu atau wisatawan yang berwisata di Tabanan, seperti tujuan Tanah Lot.
Dengan mesin itu, wisatawan tinggal klik atau membuka informasi yang dibutuhkan tentang objek wisata, mulai lokasi hingga jarak tempuh, hotel, menu makanan dan lain-lain akan muncul seketika.
Berdasarkan pantauan, salah satu mesin pemandu wisata yang tidak berfungsi, tampak berada di ruang lobi kantor bupati.
Mesin yang berisi informasi objek wisata dan berbagai hal tentang Tabanan atau wisata di Bali tersebut, terletak di lobi depan sebelah kanan pintu masuk kantor bupati.
Tragisnya, mesin tersebut kini diletakkan di pojok kanan di belakang kursi tamu. Saat dicek, mesinnya tidak hidup lagi karena colokan aliran listriknya tidak terpasang.
Hal itu kemungkinan karena para pengunjung jarang yang memanfaatkan atau tidak mengetahui kegunaan mesin tersebut.
Diasa mengatakan bahwa pihaknya juga merasa bingung, mengapa mesin yang sangat berguna itu justru tidak dimanfaatkan masyarakat.
"Kami juga heran, padahal sudah sosialisasikan. Apa di mesin itu perlu kami tempatkan wanita cantik memakai rok mini untuk melayani tamu?. Mungkin dengan cara itu akan banyak yang meliriknya," ucap Diasa sembari bercanda.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.