"Seniman cilik duta seni Kabupaten Tabanan itu akan bersanding dengan duta seni Kabupaten Karangasem," kata Kepala Bidang Kesenian dan Perfilm Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tabanan I Wayan Muder SSN, Minggu.
Ia sebelumnya telah sempat melakukan pembinaan terhadap seniman cilik di Banjar Ole itu bersama tim PKB Provinsi Bali yang terdiri atas Putu Sedana, Dewa Gede Darmayasa dan Wayan Mardika.
Empat seniman cilik sebagai duta Kabupaten Tabanan itu mengangkat gending-gending gender khas Desa Tunjuk yang selama ini sangat jaring dimainkan. Geding-gending itu akan disajikan pada Lomba Gender anak-anak Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 di Taman Budaya Denpasar.
Dari empat materi yang akan ditampilkan seniman cilik setingkat sekolah dasar (SD) baru ditampilkan tiga gending yakni Cangak Nregang, Rebong dan Angkatan Bima Kroda.
"Ini adalah ajang menggali potensi, maka gending-gending yang diangkat juga khas Tabanan," ujar I Wayan Muder SSN.
Seniman cilik yang ditampilkan adalah penabuh campuran yakni dua anak laki-laki dan dua perempuan sebagai bentuk kesetaraan gender terdiri atas Dek Mani (9), Yanisa (8), Baba ((9) dan Gung Nova (9).
Tabanan sebagai "daerah lumbung beras" mempunyai semangat Sagung Wah sebagai pejuang wanita. Lomba tersebut menjadi ajang, namun intinya adalah menggali potensi serta melestarikan kesenian khas Kabupaten Tabanan.
Oleh sebab itu dalam lomba gender wayang kali ini sengaja mengangkat gending-gending gender yang ada di daerah Tabanan, khususnya dari Desa Tunjuk sebagai desa pewaris kesenian wayang kulit.
Mereka dibina dan dilatih oleh I Wayan Sutarta Spd dan Wawan yang merupakan anak dan cucu sesepuh dalang tunjuk I Nyoman Sumandi yang hadir saat pembinaan itu mengatakan, anak-anak yang tampil dalam PKB tahun 2016 merupakan cucu-cucunya yang khusus dalam hal bermain gender.
Mereka mempelajari kemudian menyajikan gending-gending yang merupakan warisan para leluhurnya.
"Gending Cangak Mrengang konon dipelajari dari Sukawati, namun para leluhur kemudian mengolahnya sesuai rasa Tunjuk sdehingga menjadi gending yang ada sekarang ini, ujarnya.
Sementara gending Bima Kroda merupakan gending pejalan (angkat-angkatan) yang sebelumnya tidak memiliki nama yang pasti. Sedangkan gending rebong sudah mengalami perkembangan pada saat dirinya mengajar keenian di Amerika Serikat.
Dulu gending-gending ini sangat slow mulai dari "pengawit", "pengawak" hingga "pengecet". Sekarang sudah tampak ada "ngembang ngisep yang sangat beda dengan dulu yang datar, apalagi ada "mekenyemnya" ujar Sumandi.
Dalam pembinaan tersebut tim PKB Provinsi Bali yang terdiri atas Putu Sedana, Dewa Gede Darmayasa dan Wayan Mardika memberikan apresiasi semangat dari seniman cilik tersebut.
Tim tersebut kemudian menyampaikan bahwa peserta lomba gender wayang tingkat anak-anak duta Kabupaten Tabanan akan tampil pada hari Sabtu 18 Juni 2016 bersanding dengan duta seni Kabupaten Karangasem. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.