"Para wisman menumpang pesawat yang terbang langsung dari negara melalui Bandara Ngurah Rai sebanyak 710.687 orang dan sisanya 15.649 orang datang melalui pelabuhan laut," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho di Denpasar, Jumat.
Dinas Pariwisata Provinsi Bali menargetkan kunjungan wisman ke Pulau Dewata pada 2016 sebanyak 4,2 juta orang.
Sementara Bali selama tahun 2015 menerima kunjungan wisman sebanyak 4,001 juta orang, meningkat 6,24 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 3,76 juta orang.
Jumlah tersebut sedikit melampaui sasaran yang ditetapkan sebanyak 4 juta turis, ujar Adi Nugroho.
Adi Nugroho menjelaskan, dari sepuluh negara terbanyak memasok wisman ke Bali, lima negara di antaranya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan lima negara mengalami penurunan.
Lima negara yang mengalami peningkatan signifikan itu meliputi Tiongkok meningkat 31,28 persen dari 145.747 orang pada periode Januari-Februari 2015 menjadi 191.333 orang pada periode yang sama tahun 2016.
Tiongkok yang tadinya berada pada peringkat ketiga setelah Australia dan Jepang, kini naik ke peringkat pertama yang mampu memberikan kontribusi 26,34 persen dari total kunjungan wisman ke Pulau Dewata.
Adi Nugroho menambahkan, wisatawan Inggris yang menempati peringkat ke lima meningkat 46,64 persen dari 18.574 orang selama dua bulan pertama 2015 menjadi 27.236 orang pada kurun waktu yang sama 2016.
Menyusul wisatawan India dengan meningkatan yang mencapai 51,34 persen dari 17.326 orang menjadi 26.221 orang, wisatawan Amerika Serikat bertambah 32 persen dari 18.303 orang menjadi 24.160 orang.
Wisatawan Taiwan meningkat 6,10 persen dari 19.179 orang periode Januari-Februari 2015 menjadi 20.349 orang periode yang sama tahun 2016.
Adi Nugroho menjelaskan, lima negara yang masyarakatnya semakin berkurang ke Bali meliputi Australia menurun 0,09 persen dari 156.395 orang menjadi 156.252 orang.
Wisatawan Australia yang tadinya menempati peringkat pertama melorot ke urutan kedua yang digeser oleh Tiongkok, menyusul Jepang menempati urutan ketiga yang juga merosot 2,39 persen dari 40.544 orang menjadi 39.575 orang.
Demikian pula Korea Selatan menurun 3,57 persen dari 28.523 orang menjadi 27.504 orang, Malaysia merosot 10,66 persen dari 28.265 orang menjadi 25.251 orang dan Singapura menurun 16,13 persen dari 20,156 orang menjadi 16.904 orang, ujar Adi Nugroho. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.