"Kami seratus ulama adalah bagian dari warga kota ini yang punya tanggung jawab mendukung program pembangunan pemerintah guna menciptakan kesejahteraan masyarakat," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Denpasar Musthofa Al Amin, Minggu.
Untuk itu, sebagai komunitas yang keberadaanya kian diperhitungkan, para ulama di Kota Denpasar akan senantiasa siap bekerja sama dengan pemerintah dan kelompok masyarakat lain dalam segala bidang.
Sebelumnya, pada acara silaturahmi 100 tokoh ulama itu dengan jajaran Muspida Denpasar di Restoran Jak Resto, Jalan Sunsed Road, Kuta, Minggu (6/12) malam, hadir Asisten II Pemkot Denpasar I Gusti Ngurah N Eddy Mulya dan Kepala Kantor Kementerian Agama Denpasar Ida Bagus Oka.
Di depan para ulama, Asisten II Eddy Mulya berharap, kalangan umat Islam terus ambil bagian dalam kegiatan pembangunan guna membantu menyelesaikan berbagai persoalan di ibu kota Provinsi Bali.
"Dari hasil survei KPK, Denpasar dinyatakan sebagai kota yang memiliki skor tertinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan yang bersih. Ini semua berkat dukungan semua komponen termasuk kaum muslim," katanya.
Eddy Mulya mengatakan, banyak persoalan dihadapi di perkotaan antara lain kemiskinan, lingkungan, kependudukan hingga penyakit sosial.
"Ini pekerjaan bersama. Oleh karena itu kami berharap ulama membantu mengatasi penyakit sosial melalui pendidikan, mulai dari pendidikan dasar nilai-nilai agama dan norma sejak TK dan SD," kata dia.
Salah satu penyakit sosial yang menjadi keprihatinan semua pihak adalah para pekerja seks komersial di Kota Denpasar yang diketahui 70 persen tertular penyakit HIV/AIDS.
Dalam acara yang dimaksudkan sebagai ajang perkenalan pengurus MUI Kota Denpasar 2010-2015 itu, juga merupakan rangkaian peringatan menyambut Tahun Baru 1432 Hijriah.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.