"Udang sampai saat ini masih menjadi komoditas andalan ekspor kita selain rumput laut dan ikan tuna," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad di Amlapura, Kabupaten Karangasem, Senin.
Fadel mengatakan hal itu saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan pusat pembenihan udang (broodstock) terbesar di Asia Tenggara di Desa Bugbug, Karngasem.
Pada akhir 2009, katanya, ekspor udang Indonesia mencapai 240.250 ton dari total ekspor perikanan yang mencapai 881.413 ton.
Saat ini Indonesia masih mengimpor udang dari Amerika, yakni asal Florida dan Hawaii. Dengan dibangunnya "broodstock" atau pusat pembenihan di Desa Bugbug, Fadel berharap impor udang selama ini bisa dikurangi bahkan distop.
Broodstock budidaya udang vaname Bugbug menurut Fadel merupakan tempat budidaya udang terbesar di Asia Tenggara. "Bahkan Broodstock Bugbug merupakan lokasi budidaya udang terbesar di dunia," ujarnya.
Dalam setahun, kata Fadel, Broodstock Bugbug akan mampu memproduksi 675 ribu ekor. Di tempat budidaya lainnya dikatakan hanya mampu memroduksi sebanyak 250 ribu hingga 300 ribu ekor setahun.
Sampai saat ini, harga udang impor setelah sampai di tangan pembeli juga sangat tinggi, sekitar Rp400 ribu per ekor.
"Udang yang dihasilkan di sini akan dijual dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat, sekitar Rp 40 ribu," katanya.
Dengan dikuranginya impor udang, akan menghemat devisa negara. Bahkan, udang yang dihasilkan di Bugbug juga dinilai memiliki kelebihan.
Sementara itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi ibu negara Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri mengatakan, Indonesia memiliki garis pantai yang sangat panjang dan berpotensi besar untuk mensejahterakan masyarakatnya.
"Akan menjadi bangsa yang sangat rugi jika sektor perikanan dan kelautan tidak menghasilkan, karena tiga kali lipat wilayah Indonesia terdiri dari perairan," katanya.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.