Jimbaran (Antara Bali) - Polsek Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, meringkus pelaku pecuriaan di Mini Market Kawan di Jalan Uluwatu, Jimbaran, Kuta Selatan, yang ternyata seorang bencong.

Dia adalah Suheri (33) asal Medan, yang sejak menetap di Bali tinggal di Jalan Taman Pancing, Pemogan, Denpasar Selatan, kata Kapolsek Kuta Selatan AKP Nanang Priahasmoko didampingi Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan Iptu I Made Dayendra di Jimbaran, Minggu.

Suheri sebenarnya sudah ditangkap Sabtu (27/11) sekitar pukul 04.00 Wita, juga di sekitar mini market tersebut. Namun baru dipublikasikan setelah hasil pengembangan kasus itu memastikan dia mencuri seorang diri.

Kapolsek Kuta Selatan Nanang Priahasmoko menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka berawal saat petugas kepolisian melakukan razia di sepanjang Jalan Uluwatu, Jimbaran.

Kala itu petugas melihat gelagat mencurigakan dari pengendara sebuah sepeda motor jenis Yamaha Sion. Dari kecurigaan itu, polisi menghadang laju motor tersebut. Setelah berhenti, pengendaranya langsung melarikan diri.

Polisi kemudian memburunya dan sempat terjadi kejar-kejaran, namun Suheri kemudian berhasil diringkus di sekitar MM Kawan tersebut.

Setelah ditangkap, tersangka dibawa masuk dan ditunjukkan kepada karyawan mini market itu.

"Karyawan membenarkan, orang yang kami tunjukkan itulah pelakunya. Penetapan tersangka juga dikuatkan sketsa wajah sesuai hasil rekaman CCTV di mini market," ucap Nanang Priahasmoko.

Sementara Suheri mengaku, sebelum menggasak uang Rp5juta di MM Kawan, dirinya sempat mampir ke mini market itu untuk membeli minuman mineral.

Usai membeli minuman itu sekitar pukul 04.00 Wita, Suheri kembali ke mini market tersebut.

"Saat saya kembali tidak terlihat ada karyawan, kemungkinan mereka tidur. Saat itu juga saya melihat laci kasir terbuka dan saya ambil uang Rp5 juta, lalu kabur," katanya.

Setelah mencuri uang itu, dia bergegas pulang. "Uang itu saya gunakan untuk belanja kebutuhan warung, di antaranya membeli sampo dan mi instan. Saya di rumah membuka warung kecil-kecilan," ucapnya.

Dia mengaku sudah tiga kali mencuri, yang pertama mengambil dompet orang yang sedang mabuk parah dan yang kedua mengambil uang dalam dompet pedagang sayur yang ditinggal di dalam mobil.

"Setiap melakukan pencurian saya beraksi pada saat korban lengah. Saya bukan bencong mas, tapi gay," ujarnya menandaskan.

Dalam pergaulan mereka, istilah gay diberikan kepada kelompok yang berduit atau dari keluarga kaya, sedangkan bencong mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026