Jenazah Frank ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) di dasar tebing dekat Pura Pantai Uluwatu, Kuta Selatan, kata Kapolsek Kuta Selatan AKP Nanang Prihasmoko, Kamis.
Tim SAR atas informasi masyarakat bergerak ke TKP harus berjuang keras mengevakuasi jenazah melewati tebing yang terjal selama berjam-jam.
Upaya evakuasi jenazah dari dasar tebing yang terjal itu akhirnya berhasil dilakukan dan selanjutnya jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar untuk proses penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Nanang Prihasmoko menjelaskan, dari kejadian tersebut polisi menyimpulkan, bahwa meninggalnya Frank Muray akibat bunuh diri.
"Ada saksi yang melihat Frank loncat dari Pura Pantai Uluwatu," ujar Nanang Prihasmoko.
Nanang menjelaskan, sebelum meloncat ke dasar tebing yang diperkirakan sedalam 100 meter ini, Frank Muray sempat menaruh telepon seluler dan selendang miliknya di sekitar lokasi.
"Usai barang-barang miliknya disimpan, korban loncat dan hal itu sedang kami selidiki," ujar Nanang Prihasmoko.
Menurut salah seorang pegawai korban yang ditemui di Rumah Sakit Sanglah, ia tidak memiliki firasat apa-apa sebelum korban diketahui tewas karena, yang bersangkutan terlihat baik-baik saja dan tidak memiliki masalah.
"Saya terakhir bertemu dengan dia Rabu (1/12) sekitar pukul 16.00 Wita. Habis kerja saya pulang ke rumah. Tahu-tahu tadi dapat kabar kalau dia sudah meninggal," ujar Komang, pegawai di vila milik Muray di Canggu.
Menurut perempuan yang usianya sekitar 30 tahunan, seperti pengetahuannya sebelum kejadian Muray meninggalkan vilanya sejak pukul 07.30.
"Satpam setempat tidak tahu ke mana ia pergi. Terkejut juga kalau dia sampai bunuh diri," ucap perempuan asal Tabanan ini.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.