"Daerah kita menempati urutan kelima setelah Kota Denpasar, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan," kata I Nyoman Arjawa, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Gianyar, Senin.
Ketika tampil sebagai pembicara pada seminar kesehatan remaja di ruang sidang kantor Bupati Gianyar, ia menilai, kondisi penderita hilangnya kekebalan daya tubuh itu cukup memprihatinkan.
Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Gianyar hingga saat ini tercatat 160 kasus, sesuai data yang dilaporkan dari Dinas Kesehatan setempat.
Ia mengajak semua pihak, khususnya generasi muda untuk saling tukar menukar informasi yang positif, untuk menekan semakin meluasnya penyakit yang mematikan itu, terutama di lingkungan keluarga dekat.
"Pendekatan prepenvif harus dilakukan sejak anak-anak dan generasi muda secara lisan maupun tertulis, lewat media formal maupun informal baik itu di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat," jelas Nyoman Arjawa.
seminar sehari yang melibatkan 150 peserta utusan dari 27 Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kabupaten Gianyar itu menampilkan sejumlah pembicara.
Ketua panitia kegiatan tersebut dr Ni Putu Sudiartini menjelaskan, seminar tersebut diharapkan mampu memberikan pendidikan dan pengetahuan yang benar kepada remaja tentang perilaku yang sehat, baik, dan berprestasi.
"Selain itu meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi sebagai dialog antarremaja, pihak sekolah dan Pemerintah Kabupaten Gianyar," katanya.
Wakil Bupati Gianyar, Dewa Made Sutanaya mengatakan, pandangan masyarakat yang menganggap tabu membicarakan masalah seks serta gencarnya media massa menayangkan informasi-informasi yang kurang mendidik membuat para remaja suka meniru tanpa bisa memilih dan memilah hal yang bijak.
"Untuk itu tema seminar ini sangat tepat dan diharapkan mampu meredam permasalahan remaja seperti seks pranikah, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, serta HIV/AIDS," katanya.
Sementara itu, salah satu pembicara dr Okanegara menjelaskan, bahwa kebanyakan permasalahan yang dihadapi remaja akibat rasa ingin tahu dan selalu mencoba-coba tanpa diimbangi oleh pengetahuan yang benar, hanya berdasarkan mitos dalam masyarakat dan mitos yang didapat dari teman dekat.
"Selain itu permasalahan remaja sering dipicu oleh sikap kritis terhadap orang tuanya, ikatan sebaya yang kuat, dan emosi yang labil.
Ia juga menyampaikan bahwa, lebih dari seperempat masalah pacaran yang masuk ke konseling Kita Sayang Remaja (KISARA) berkaitan dengan aktivitas seksual remaja," jelasnya.
Ketua OSIS SMA 1 Gianyar Pande Komang Gede Bayu Wikrama yang turut hadir sebagai pembicara menyampaikan ajakan bagi teman-temannya sesama remaja untuk mengisi masa remaja mereka dengan hal-hal positif dan menghindari kegiatan yang merugikan.
Bayu juga menyampaikan bahwa, hanya dengan pendidikan seks tidak akan mampu mencegah remaja dari perilaku seks tidak sehat namun harus diimbangi dengan berbagai kegiatan positif yang bermanfaat.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.