Ketua Gerakan Pelestarian Lingkungan Hidup (GPLH) Bali, Putu Armaya di Pecatu, Kabupaten Badung, Bali, Minggu mengatakan kegiatan penghijauan tersebut menyasar enam kawasan suci di Pulau Dewata.
"Enam kawasan suci di Bali adalah kawasan Pura Uluwatu di Kabupaten Badung, Pura Batukaru (Tabanan), Pura Batur (Bangli), Pura Pulaki (Buleleng) dan Pura Besakih di kabupaten Karangasem," katanya.
Ia mengatakan, pohon penghijauan yang ditanam, antara lain trembesi, jepun bali, sandat, jempiring dan cempaka.
"Kami harapkan bila pohon ini sudah tumbuh, selain untuk pelestarian alam juga bunganya bisa digunakan untuk sarana persembahyangan oleh umat Hindu," kata Armaya.
Pohon penghijauan tersebut, kata dia, disiapkan sebanyak 10.000 berbagai jenis, yang akan ditanam tersebar di enam kawasan suci tersebut.
"Program tahap awal ini akan kami garap dalam waktu hingga bulan Januari 2011," ucapnya.
Pihaknya tidak saja melakukan gerakan penanaman, akan tetapi berupaya melakukan pemeliharaan hingga tumbuh. Tentu dalam hal ini GPLH akan melibatkan warga masyarakat setempat.
"Banyak lembaga atau organisasi yang hanya gencar melakukan penanaman pohon, namun tanpa dibarengi pemeliharaan hingga tumbuh berkembang. Kami akan berupaya memadukan antara penanaman dengan pemeliharaan pohon-pohon tersebut," ucap Armaya yang juga pegiat LSM itu.
Dikatakannya kegiatan yang digelar ini dalam upaya mendukung program Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan Bali bersih dan hijau (Bali clean and green).
"Gagasan Gubernur Made Mangku Pastika harus kita bersama-sama mendukungnya, terlebih Bali sebagai tujuan kunjungan wisata dunia. Kebersihan dan lestarinya Bali menjadi prioritas utama dalam sektor pariwisata," ujar lelaki yang juga aktivis KNPI Bali ini.
Armaya mengatakan, program penghijauan dengan penanaman pohon itu tidak saja untuk Bali, akan tetapi bagi bumi ini dalam upaya mengurangi pemanasan global.
"Kami berharap semua warga masyarakat peduli dengan lingkungan. Untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan di hulu serta lingkungan hingga ke hilir," katanya.
Ia menambahkan, program yang digelar ini berkat dukungan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dan PT Askes Regional XI melalui program kepedulian sosial (corporate social responsibility/CSR).
Sementara Camat Kuta Selatan I Wayan Wijana mengatakan program ini sangat mulia, untuk itu pihaknya sangat mendukung.
"Kami sangat mendukung program penanaman pohon yang dilakukan oleh lembaga atau organisasi yang peduli dengan lingkungan hidup," kata Wijana yang didampingi Prebekel Desa Pecatu Made Sumartha.
Kegiatan penanaman pohon tersebut melibatkan berbagai komponen, antara lain warga masyarakat Desa Pecatu dan lembaga sosial lainnya yang peduli dengan lingkungan hidup.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.