"Promosi menggunakan media televisi dan `event` di luar negeri," kata Ketua PHRI Bali, Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati di Denpasar, Senin.
Menurut dia, promosi tersebut dilaksanakan dengan dukungan Pemerintah Pusat di antaranya di ITB Berlin di Jerman, World Tourism Mart di London, dan di Malaysia.
Pemerintah Pusat, lanjut dia, menganggarkan sekitar Rp3,3 triliun untuk promosi pariwisata dan dari jumlah itu sekitar Rp500 miliar di antaranya dianggarkan untuk promosi pariwisata Bali.
Promosi lainnya juga digencarkan dan diharapkan mampu mendongkrak kedatangan wisatawan mancanegara.
Adanya pemberian bebas visa kepada 90 negara juga diharapkan mendongkrak kunjungan wisman di samping promosi yang gencar.
Meski demikian, pelaku pariwisata itu meminta adanya perhatian terhadap kenyamanan kepada wisatawan.
Kenyamanan tersebut menyangkut kemacetan lalu lintas, kebersihan dan penyediaan fasilitas informasi di destinasi pariwisata dan perbaikan fasilitas pariwisata.
"Kalau keamanan itu isu dunia bukan momok lagi. Kenyamanan itu sangat penting mengingat persaingan ke depan lebih berat," imbuh mantan Bupati Gianyar itu.
Pemerintah sebelumnya menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 4,2 juta untuk Provinsi Bali atau naik 200 ribu dari target tahun 2014.
Terkait dengan jumlah tersebut, pelaku pariwisata yang akrab disapa Cok Ace itu mengaku target tersebut cukup realistis.
"Itu realistis mudah-mudahan tidak terjadi bencana alam karena banyak berdampak," ucapnya. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.