Ketiga daerah yang kini menjadi sasaran penyelidikan polisi itu, masing-masing Tabanan, Denpasar dan Badung. "Kami tengah memfokuskan pengejaran di tiga kabupaten itu," ujar Kasatreskrim Polres Tabanan AKP Wimboko kepada wartawan di Tabanan, Rabu.
Dikatakan, ketiga daerah tersebut diduga sebagai tempat pelarian kawanan perampok yang diperkirakan berjumlah empat orang.
Kawasan perampok yang beraksi pada Selasa (16/11) dinihari lalu, berhasil menggasak 100 gram emas dan uang tunia Rp15 juta lebih, setelah terlebih dahulu melumpuhkan "juragan" beras I Ketut Sukarta (43) di rumahnya Banjar Bongan Jawa, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan.
Wimboko mengatakan, pihaknya masih terus mendalami keterangan para saksi pascaaksi perampokan di rumah yang juga pabrik penggilingan beras milik korban itu.
Disinggung soal kemungkinan aksi tersebut ada kaitannya dengan perampokan di Kecamatan Pupuan beberapa waktu lalu, Wimboko mengatakan tak tertutup kemungkinan ada kaitannya.
Menurut dia, pihaknya sempat mendapat informasi terkait keberadaan para pelaku yang kini masih bersembunyi menghindari kejaran polisi.
"Sekecil apapun informasi terkait aksi perampokan itu, akan kami kumpulkan," kata Wimboko
Bahkan, lanjut dia, pihaknya juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mencari informasi dan petunjuk yang dibutuhkan.
Kapolres Tabanan AKBP AA Rai Made Sudana mengatakan, pihaknya sempat bisa melacak keberadaan para pelaku yang diperkirakan berjumlah empat orang itu dari sinyal handphone milik korban yang dibawa kabur para penjahat.
"Pelaku terdeteksi berada di daerah Nusa Dua, dan kami kini terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian lainnya," kata dia menambahkan.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.