Berdasarkan siaran pers yang dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri di Bali, Selasa, pertemuan demokrasi tahunan itu akan mengambil tema "Democracy and Effective Public Governance".
Tema tersebut dinilai relevan dengan perkembangan saat ini, tidak hanya di tingkat nasional namun juga pada tataran global, di mana pengembangan demokrasi dan tata kelola pemerintahan telah menjadi isu yang tidak terpisahkan dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang efektif akan mendorong pembangunan komprehensif dan holistik melalu pendekatan yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, partisipasi dan penegakan hukum.
Pemerintah yang mampu mendengar dan menjawab aspirasi rakyatnya merupakan perwujudan dan pemenuhan hak masyarakat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pembangunan dan pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
BDF ke-8 juga akan mengeksplorasi lebih lanjut tantangan dan rangkaian inovasi yang dapat dan telah ditempuh oleh negara-negara di kawasan Asia-Pasifik guna mencari solusi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.
BDF kali ini akan menggunakan format perdebatan umum dan tiga diskusi panel yang terfokus pada tema Pembangunan Demokrasi dan Tata kelola Pemerintahan yang Efektif, Tantangan Pembangunan Demokrasi dan Tata kelola Pemerintahan yang Efektif, serta Pilihan dan Prospek Pembangunan Demokrasi dan Tata kelola Pemerintahan yang Efektif di kawasan Asia-Pasifik.
Di sela-sela pertemuan, Institute for Peace and Democracy (IPD) sebagai pelaksana (implementing arm) dari BDF bekerjasama dengan mitra-mitranya serta Dewan Pers Nasional akan menyelenggarakan Bali Civil Society Forum 2015 dan Bali Media Forum 2015 pada 8-9 Desember 2015.
Di akhir pertemuan, BDF akan menghasilkan Pernyataan Pimpinan (Chair's Statement) yang mengidentifikasi temuan penting dari berbagai perdebatan dan rangkaian program nyata terkait pembangunan demokrasi dan tata kelola pemerintah efektif yang akan dilaksanakan IPD sepanjang tahun 2016.
BDF merupakan forum tahunan yang diselenggarakan pemerintah Indonesia sejak 2008 sebagai bentuk komitmennya untuk memajukan demokrasi dan menciptakan perdamaian di dunia.
Melalui pendekatan yang lokal, inklusif, dan berkesinambungan, BDF telah berhasil melakukan berbagai kegiatan konkret melalui IPD seperti seminar, dialog, program peningkatan kapasitas, serta pelatihan.
Selama ini, IPD telah melakukan kegiatan dan programnya di Mesir, Fiji, Myanmar, Tunisia, Libya, Palestina, Indonesia, Kamboja, Laos, Myanmar, and Vietnam.
Program dan kegiatan IPD tersebut telah mendapatkan apreasiasi dari berbagai pihak dan merupakan kontribusi nyata BDF kepada kawasan dan dunia. (NWD)
Pewarta: Pewarta: Yashinta Difa P.: I Nyoman Aditya T I
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.