Hal itu dikatakan anggota Komisi C DPRD Buleleng H Mulyadi Putra, Senin di Singaraja, menyikapi runtuhnya menara saluran udara tegangan tinggi (Sutet) yang menyebabkan seorang korban tewas dan tiga lainnya luka serius.
"Ini permasalahan serius yang harus segera ditindaklanjuti. Eksekutif jangan hanya mengejar target pendapatan daerah sementara keselamatan dan kesehatan masyarakat dipertaruhkan," ujar Mulyadi yang didukung beberapa anggota DPRD di wilayah utara Bali itu.
Runtuhnya menara Sutet PLN di titik 51 dari 200 unit yang akan didirikan, terjadi ketika salah satu sisi bangunan menara itu patah saat jaringan kabelnya mengalirkan daya listrik 150 kilovolt.
Menurut Mulyadi, kecil kemungkinan peristiwa kecelakaan itu akibat kesalahan manusia, karena lempengan besi menara tersebut bukan terlepas melainkan patah.
"Jika ada salah satu baut pengunci lepas, masih masuk akal jika itu dikatakan faktor 'human error'. Tapi yang terjadi lempengan besi menara itu patah. Artinya kualitas material besinya diragukan. Karena itu jika pekerjaan tersebut jika diteruskan bisa mengancam warga sekitar," ujarnya.
Sedangkan Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Ketut Gegel Ariadi mengatakan, pihaknya segera minta klarifikasi kepada pihak PT PLN lewat surat.
Surat serupa juga akan disampaikan kepada kepala Desa Titab, agar dapat melakukan kordinasi dengan pemerintah daerah terkait permasalahan tersebut.
Sementara Kapolres Buleleng AKBP Muhamad Yudi Hartanto mengaku terkejut atas runtuhnya salah satu meara Sutet PLN yang sampai menimbulkan korban jiwa itu.
"Kami masih melakukan pengembangan di lapangan dengan menerjunkan beberapa personel. Mungkin saja itu termasuk kecelakaan kerja yang disebabkan oleh kelalaian," katanya.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.