Denpasar (Antara Bali) - Bali menerima kunjungan wisatawan mancanegara yang datang langsung dari negaranya sebanyak 389.060 orang selama September 2015 atau meningkat 28,14 persen dibandingkan Agustus 2015 yang tercatat 303,621 orang.

"Sebagian besar wisman yang datang ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai yakni 379.397 orang (97,52 persen), sedangkan melalui pelabuhan laut hanya 9.663 orang (2,48 persen)," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Panusunan Siregar di Denpasar, Senin.

Ia mengatakan, wisatawan mancanegara yang berliburan ke Bali itu dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya melalui Bandara Ngurah Rai naik 7,78 persen.

Jika dilihat dari wisman yang datang melalui pelabuhan laut selama bulan September 2015 naik 93,92 persen dibandingkan Agustus 2015 atau bertambah 252,02 persen dengan keadaan September 2014.

"Peningkatan yang signifikan angka kunjungan wisman tersebut dinilai karena dampak cuaca yang terjadi belakangan ini, karena liburannya sempat tertunda pada Juli-Agustus 2015 akibat bencana Gunung Raung, Banyuwangi, Jawa Timur yang abunya sampai ke Bali yang mengganggu penerbangan," ujar Panasunan Siregar.

Liburan wisman yang sempat tertunda itu akhirnya baru bisa merealisasikan pada September 2015, sehingga angka kunjungan ke Bali meningkat signifikan.

Panasunan Siregar menambahkan menurut kebangsaan, wisatawan yang paling banyak datang ke Bali dari negara Australia, Tiongkok, Jepang, Inggris, dan Malaysia.

Persentasenya nasing-masing 26,12 persen,14,46 persen, 6,92 persen, 5,05 persen, dan 4,81 persen. Di sisi lain, dibandingkan dengan kondisi September 2014 dari sepuluh negara dengan jumlah wisman terbanyak, hanya Malaysia dan Singapura yang tercatat mengalami penurunan.

Sebaliknya, Inggris, Jerman, Amerika Serikat, dan Jepang menunjukkan adanya peningkatan yang relatif tinggi. "Kemudian jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dua dari sepuluh negara kontribusi utama menunjukkan adanya penurunan. Dua negara tersebut adalah Tiongkok dan Perancis dengan masing-masing mengalami penurunan 15,81 persen dan 19,45 persen," ujarnya.

Meskipun demikian Malaysia, Australia, dan Singapura mengalami peningkatan yang sangat tinggi, yakni diatas 50 persen. Bahkan Malaysia mengalami pertumbuhan yang mencapai 120,63 persen.

Kondisi itu menunjukkan bahwa anjloknya tingkat kunjungan wisman di bulan sebelumnya murni akibat adanya erupsi Gunung Raung. Ketika keadaan kembali normal, jumlah kunjungan wisman tercatat meningkat signifikan.

Dengan demikian Bali selama sembilan bulan periode Januari-September menerima kunjungan wisman sebanyak 2,99 juta orang, meningkat 7,55 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 2,28 juta orang, ujar Panasunan Siregar. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026