Ketua Komite TK Negeri Negara Iskandar Alfan di negara, Kamis mengatakan, sewaktu pagar tembok sekeliling sekolah itu masih utuh, tidak ada binatang melata yang berkeliaran di areal sekolah tersebut.
"Tapi sejak pagar itu ambruk, hampir selalu ditemukan binatang melata, seperi biawak dan ular di areal sekolah ini," katanya.
Menurut dia, kondisi itu sangat menganggu proses belajar mengajar di TK tersebut. Apalagi, ular yang masuk rata-rata jenis berbisa.
"Jadi setiap kali mau masuk kelas, guru-guru mengecek dulu. Kalau ada ular atau biawak, mereka mengeluarkannya dengan dibantu warga sekitar," ujar Iskandar.
Karena binatang ini tidak terduga datangnya, selama jam mengajar, para guru juga selalu dalam kondisi was-was.
Ular maupun biawak yang masuk diduga berasal dari sungai yang berada di sebelah barat TK tersebut, katanya.
Terkait hal ini, Iskandar minta Pemkab Jembrana untuk segera memperbaiki pagar sekolah tersebut.
"Harusnya perbaikan pagar TK ini menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan siswa yang masih anak-anak," ujarnya.
Anggota DPRD Jembrana Putu Kamawijaya mengatakan, anggaran untuk perbaikan pagar tersebut belum ada di APBD Perubahan 2010.
Menurutnya, ambruknya pagar TK Negeri Negara terjadi setelah APBD Perubahan disetujui eksekutif maupun legislatif. Karena itu, perbaikan pagar harus menunggu anggaran dari APBD 2011.
"Sementara ini pihak sekolah membeli jaring saja dulu untuk menutupi pagar yang ambruk itu," usul politisi dari Partai Demokrat ini.
Asisten I Setda Jembrana, Made Sudiada mengatakan, anggaran tidak terduga di APBD tidak bisa digunakan untuk perbaikan fasilitas sekolah, melainkan hanya bisa dipakai untuk bencana yang berdampak luas.
"Misalnya akses jalan putus yang menyebabkan perekonomian masyarakat terganggu," katanya.
Sudiada mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait di Pemkab Jembrana dan anggaran untuk pagar TK Negeri itu akan dicantumkan dalam APBD 2011.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.