"Dipanggil KPK? Silahkan. Tidak ada masalah, kenapa gak siap?," kata Rini sebelum mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi VI membahas Penyertaan Modal Negara (PMN) di Gedung MPR/DPR-RI, Jakarta, Selasa.
Menurut Rini, apa yang dituduhkan bahwa dirinya menerima gratifikasi semuanya tidak benar. "Saya tidak pernah terima, tidak pernah pegang dan tidak pernah tahu soal barang itu. Ada juga yang menyebut saya terima uang. Uang mana, mana buktinya," tegasnya.
Sebelumnya, politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu melaporkan kepada KPK dugaan gratifikasi yang diterima Rini Soemarno. Masinton yang juga anggota DPR-RI Komisi III mengatakan dokumen dugaan gratifikasi tersebut diterimanya dari laporan masyarakat, dan meyakini akan ditindaklanjuti KPK.
Masinton bahkan menyebutkan memiliki bukti pembelian dan penerimaan mebel tersebut saat diantar ke rumah dinas Menteri BUMN di Kompleks Menteri Jalan Widya Chandra IV No. 15 Jakarta Selatan.
Menurut Rini, rumah dinasnya tersebut sama sekali tidak pernah ditempati. Karena itulah rumah dinas tersebut dijadikan tempat aktivitas para anggota Dharma Wanita Kementerian BUMN dan Ikatan Isteri Pimpinan BUMN. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Royke Sinaga: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.