"Sejauh ini belum ada usaha kecil dan menengah di Pulau Dewata yang menggunakan dana pinjaman dari salah satu bank swasta di Jerman tersebut," kata Pemimpin Kelompok Pengembangan Bisnis dan Layanan BNI Kanwil Denpasar Made Nariswari, Sabtu.
Menurut wanita yang baru sekitar dua bulan bertugas di Bali itu, dana pinjaman yang disediakan TSL bagi UKM di seluruh Indonesia totalnya mencapai 4,5 juta Euro.
Dana tersebut disalurkan bagi UKM yang dinilai peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Namun, para pengusaha itu harus mengajukan proposal dan menjelaskan kondisi usahanya terlebih dahulu.
"Para pengusaha harus menjelaskan tentang proses pembuatan sampai hasil akhir produk, termasuk pengelolaan limbahnya. Kami juga akan mengecek apakah fakta di lapangan sesuai proposal atau tidak," ujarnya.
Hanya UKM yang dinilai ramah lingkungan yang akan bisa mendapatkan dana pinjaman dari bank di Jerman itu, kata Nariswari seraya menegaskan bahwa bunga pinjaman relatif kecil, sehingga tidak memberatkan pengusaha.
"Karena hingga kini masih belum ada UKM di Bali yang memanfaatkan dana pinjaman itu, maka terbuka peluang yang besar untuk memperolehnya," ujarnya.
Namun tidak disebutkan, berapa dana yang dialokasikan untuk dipinjamkan bagi UKM di Bali. Sebab, jumlah dana yang akan diberikan tergantung dari banyaknya UKM yang mengajukan proposal dan dapat disetujui.
Diingatkan bahwa saat ini baru para pengusaha UKM yang ada di wilayah Pulau Jawa saja yang telah memanfaatkan dana pinjaman tersebut, dan jumlahnya juga sudah cukup banyak.
Pemberian dana pinjaman tersebut sebagai salah satu bentuk kepedulian BNI terhadap lingkungan, sesuai dengan statusnya sebagai "green bank" pertama di Indonesia.
"Kami berharap para pengusaha UKM di Bali segera memanfaatkan kesempatan ini. Kami khawatir dananya segera habis dimanfaatkan UKM di daerah lain. Karena itu segera ajukan proposal," pinta Nariswari.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.