Enam "Miss Earth", antara lain dari Filipina, Brazil dan tuan rumah Indonesia itu terlihat gembira melepas satu persatu anak penyu ke habitatnnya di laut.
Larissa Ramos, seorang "Miss Earth 2009" asal Brazil mengaku, sangat peduli dengan laut dan lingkungan sekitar.
"Kepedulian terhadap lingkungan harus kita lakukan bersama. Salah satunya dengan menjaga lingkungan hidup, termasuk juga melakukan penanaman pohon dan menjaga lingkungan biota laut," katanya.
Dikatakan, langkah kepedulian seperti penamanan pohon dan pelepasan tukik sebagai upaya untuk memotivasi warga masyarakat ikut serta peduli dengan lingkungan.
"Planet bumi ini satu, maka dari itu semua orang harus peduli dengan lingkungannya. Dengan langkah ini diharapkan pemanasan global dapat diredam," ucapnya.
Lissa Elly Purnamasari, "Miss Earth Indonesia 2010" mengaku, dirinya dipercaya sebagai duta lingkungan akan bekerja keras melakukan kampanye kepedulian lingkungan, termasuk kepada masyarakat dunia.
"Saya bersama teman-teman penyandang 'Miss Earth' akan terus mengampanyekan kepedulian lingkungan hidup," ucapnya.
Sementara Ketua Umum "Miss Earth Indonesia" Adilwan Astrawinata mengatakan, pihaknya sengaja mengundang "Miss Earth" dari sejumlah negara untuk menyaksikan penganugerahan "Miss Earth Indonesia 2010" yang digelar 24 Oktober 2010 di Jakarta.
"Dengan mengajak sejumlah 'Miss Earth' ini tujuannya untuk lebih mengenal lingkungan hidup di Indonesia dan nantinya bisa membandingkan dengan negara-negara lain di dunia," ucapnya.
Dikatakan, selama di Indonesia, keenam duta lingkungan ini diajak mengunjungi sejumlah kota, antara lain Bandung, Jakarta dan Denpasar.
"Selama di Bali, keenam 'Miss Earth' ini diajak juga mengunjungi beberapa objek wisata, antara lain Sanur dan Desa Ubud di Kabupaten Gianyar," katanya.
Ia menjelaskan, untuk seleksi pemilihan "Miss Earth 2010" akan diikuti sebanyak 150 negara di dunia yang akan digelar di Vietnam, dengan acara puncak pada 10 Desember 2010.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.