"Jika upaya sudah ada namun hasil belum signifikan, adakan evaluasi, dikaji letak permasalahannya dan cari solusi," kata Pastika saat melakukan kunjungan kerja ke dua desa penerima Gerbangsadu di Amlapura, Karangasem, Sabtu.
Pastika menginginkan program yang sudah diluncurkan sejak 2012 itu benar memberi manfaat dalam menekan angka kemiskinan di Bali. Dengan angka kemiskinan Bali saat ini yang rata rata sekitar 4,7 persen, memang Bali jauh lebih baik dibandingkan rata-rata angka kemiskinan yang mencapai lebih dari 11 persen.
Namun, ucap dia, jika ada masih desa penerima program Gerbangsadu yang angka kemiskinannya jauh dari nilai rata-rata kemiskinan di Bali perlu dikaji kembali pelaksanaan program pengentasan kemiskinannya itu.
Mantan Kapolda Bali itu juga menyoroti permasalahan data warga miskin di dua desa itu. Ia meminta agar data yang dilaporkan merupakan data yang realistis bukan data yang dipolitisir maupun dilebih0-lebihkan.
"Di samping itu, perlu adanya evaluasi mengenai sistem pembayaran kredit agar disesuaikan dengan kondisi para penggunanya," ujar Pastika.
Di sisi lain, Pastika mengingatkan agar pendamping Gerbangsadu dapat lebih aktif dalam mengecek perkembangan usaha anggotanya serta memiliki inovasi yang tinggi dalam upaya mencarikan solusi maupun upaya-upaya baru dalam penggunanan dana Gerbangsadu sebesar Rp1,02 miliar untuk setiap desa miskin itu.
"Target Gerbangsadu bukan banyak atau besarnya keuntungan, tetapi berapa banyak program ini mampu mengentaskan kemiskinan," tegasnya.
Sementara itu Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa ( BPMPD ) Provinsi Bali Ketut Lihadnyana dalam laporannya mengenai program Gerbangsadu di Desa Antiga, Karangasem sudah dimulai sejak 2014
Di desa tersebut terdapat sekitar 240 Rumah Tangga Sasaran (RTS) dengan tingkat kemiskinan masyarakatnya 21 persen dan termasuk desa dengan angka kemiskinan tinggi.
Lihadnyana juga meminta peran aktif dari pendamping untuk meningkatkan pelaporan dan jika menemukan kendala agar segera melapor sehingga segera akan dicarikan solusinya
Sementara itu Kepala Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Artha Krama Mandiri Desa Antiga selaku badan yang mengelola dana Gerbangsadu, Wayan Koardiata, dalam laporannya menyampaikan di Desa Antiga dana gerbangsadu dipergunakan untuk dana simpan pinjam yang menyasar 3 kelompok masyarakat yaitu masyarakat peternak, kelompok dagang canang serta kelompok wanita pengolah hasil tangkapan nelayan.
Selain Desa Antiga, Pastika juga meninjau Desa Bugbug yang memiliki angka kemiskiann 24 persen. Dia juga mengimbau masyarakat untuk mengembangkan sikap tenggang rasa. "Mereka yang sudah mapan agar ikut membantu warganya yang hidup miskin," ucapnya. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.