Denpasar (Antara Bali) - Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara asal India semakin ramai ke Bali bahkan penambahannya cukup signifikan mencapai 30,12 persen hingga pertengahan tahun 2015.

"Sangat memungkinkan turis asal India ramai melakukan perjalanan wisata ke Pulau Dewata, salah satunya berkat adanya persamaan budaya yang berlandaskan agama Hindu," kata Praktisi Pariwisata Bali Made Sudana di Denpasar Sabtu.

Namun tidak dipungkiri dengan semakin mesranya hubungan pemerintah Indonesia terutama Bali dengan Pemerintah India, juga memberikan andil besar dalam menambah banyaknya turis India berlibur ke Pulau Dewata.

Secara naluri, masyarakat berkeinginan mengetahui sesuatu yang ada kesamaan budaya yang didasari perkembangan Agama Hindu antara yang ada di negara asalnya yakni India dengan yang tumbuh dan berkembang di daerah Bali.

Made Sudana menyebutkan, sesuai catatan Dinas Pariwisata setempat kedatangan turis India ke Bali selama tujuh bulan periode Januari-Juli 2015 sebanyak 67.120 orang, naik 30,12 persen dari periode yang sama 2014 hanya tercatat 51.584 orang dan kondisi itu pula menjadikan India sebagai negara kesembilan besar pemasok turis ke daerah ini.

Andil India dalam memasok wisatawan asing ke Bali memiliki peranan yang terus bertambah mendekati angka tiga persen dari seluruh turis asing periode tujuh bulan I-2015 sebanyak 2,2 juta orang atau naik 10,09 persen dari 2014 hanya dua juta orang.

Made Sudana menambahkan, ramainya umat Hindu di Bali melakukan tirtayatra (perjalanan suci) ke India juga memberikan daya tarik masyarakat negeri itu untuk melakukan hal serupa ke Pulau Dewata yang dikenal keberadaban seni budayanya tinggi.

Disamping itu, misi kesenian Bali yang dibawakan para mahasiswa Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar beberapa waktu lalu, tampaknya memberikan daya tarik tersendiri sehingga mereka (turis-red) datang langsung ke Pulau Dewata bertambah banyak.

Ia yang juga praktisi pariwisata mengatakan, adanya hubungan baik yang ditindaklanjuti dengan kerja sama kebudayaan antara Bali dan India, menambah gairah bagi rakyat berpenghasilan tinggi di India datang berlibur ke Pulau Dewata.

Adanya pusat-pusat kebudayaan India dengan praktek Yoga, serta mendatangkan pelatih dari negeri seberang itu, otomatis akan mampu memberikan informasi tentang budaya Bali setelah mereka kembali ke India.

Sementara masyarakat Bali, juga semakin banyak melakukan perjalanan wisata dengan tujuan utama ke Sungai Gangga di India, disamping ke pusat persembahyangan akan terjadi kumunikasi diantara kedua masyarakat yang menganut paham Hindu.

Para tokoh spiritual asal India sering melakukan lawatan ke Bali, tentu banyak dibarengi pengikutnya melakukan perjalanan suci ke Pulau Dewata, dan mereka (turis India-red) merasa aman, dan nyaman selama di Pulau Dewata, demikian Made Sudana. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026