Denpasar (Antara Bali) - Sebanyak 38 Lembaga Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (LPPTKIS), tercatat beroperasi di Bali untuk membantu kelancaran pengiriman tenaga kerja Indonesia asal daerah ini ke mancanegara.
"Dari 38 LPPTKIS tersebut, tiga di antaranya berkantor pusat di Bali dan 35 lainnya merupakan kantor cabang yang kantor pusatnya di Jakarta dan daerah lain di Indonesia," kata Kabag Publikasi dan Dokumentasi pada Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Sabtu.
Ia mengatakan, beroperasinya puluhan LPPTKIS itu sangat membantu dalam penyaluran TKI asal Bali secara resmi ke luar negeri, sekaligus mengindari terjadinya penipuan.
Selama ini banyak orang atau perusahaan ilegal yang melakukan penipuan dengan mengaku mampu menyalurkan tenaga kerja ke luar negeri dengan prosedur yang mudah, tanpa perlu memiliki keterampilan khusus.
"Jika calon tenaga kerja sampai terjebak pada calo, nantinya akan menimbulkan permasalahan yang mengakibatkan kerugian material, dan pada akhirnya keinginan bekerja ke luar negeri tidak pernah terealisasi," ujar Ketut Teneng.
Oleh sebab itu, calon tenaga kerja harus memiliki keterampilan dan kemampuan penguasaan bahasa asing. Hal itu dilakukan melalui proses pendidikan di lembaga pendidikan pariwisata atau memantapkan kemampuan bahasa asing melalui pelatihan menjelang keberangkatan, ujarnya.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Distranduk) Provinsi Bali Drs Anak Agung Putra Adi MM, menambahkan, generasi muda Bali yang bekerja ke luar negeri hanya tertarik bekerja pada kapal pesiar atau pada jasa perhotelan dan restoran.
Di luar kedua bidang itu sama sekali kurang diminati. Hal itu sesuai dengan kebijakan Pemprov Bali yang hanya mengirim tenaga kerja terampil minimal diploma I pariwisata.
Pemprov Bali tidak merekomendasi untuk mengirim pembantu rumah tangga atau bidang nonformal lainnya yang penempatannya di luar negeri dilakukan secara perorangan.
Hal itu, menurut Putra Adi, dimaksudkan untuk menghindari terjadinya masalah dan resiko, karena pengiriman tenaga kerja sebagai pembantu rumah tangga menghadapi banyak masalah di negara tempat kerja.
Keinginan generasi muda Bali bekerja di kapal pesiar dan bidang perhotelan di mancanegara sangat tinggi. Selama enam bulan periode Januari-Juni 2010 sudah menyalurkan 5.715 orang ke sejumlah negara, hingga akhir Desember nanti diperkirakan mencapai 10.000 orang.
Dalam menyalurkan TKI ke luar negeri itu harus menempuh prosedur yang berlaku dengan mendaftarkan diri ke dinas tenaga kerja di kabupaten/kota se-Bali yang telah menjalin kerja sama dengan 38 LPPTKIS yang beroperasi di Pulau Dewata, ujarnya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.