Denpasar (Antara Bali) - Perum Bulog Divisi Regional Bali akan menerima tambahan beras impor 8.450 ton yang didatangkan dari Vietnam untuk memenuhi kebutuhan persediaan pangan nasional 2010 di daerah tersebut.

Bali menerima beras impor itu adalah sebagian kecil dari 300 ribu ton yang diimpor Bulog dari Vietnam sebagai cadangan beras pemerintah, kata Kepala Bulog Divisi Regional Bali, Tuti Sutiati di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan, pihaknya tidak banyak membeli beras produksi petani Bali, karena harga salah satu kebutuhan pokok rakyat di pasaran, jauh lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah (HPP) yakni Rp5.800/Kg.

Produksi petani Bali bisa melebihi kebutuhan masyarakat setempat, namun hampir seluruhnya diperdagangkan ke pasaran bebas karena harganya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan pembelian Bulog.

Tuti Sutiati menjelaskan, tim Bulog Bali berhasil melakukan pembelian beras hasil petani sebanyak 9.349 ton sedangkan kebutuhan untuk persediaan dalam memenuhi keperluan masyarakat sekitar 30 ribu ton tahun 2010.

Kekurangan beas sebagai persediaan beras untuk daerah ini, Bali terpaksa mendatangkan dari luar daerah termasuk impor, sehingga persediaan beras di daerah tempat pelesiran masyarakat dunia tidak perlu dikhawatirkan.

Selain hasil pengadaan pangan tersebut, Bali sudah menerima kiriman sebanyak 6.500 ton beras produksi petani Sulawesi Selatan (Sulsel) awal Juli 2010, dan tambah lagi dari Jawa Timur  sebanyak 6.000 ton.

Ia menjelaskan, Bali setelah menerima beras impor tersebut, maka jumlah beras sebagai persediaan nasional yang ada di daerah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat beberapa bulan ke depan.

Sebab Bali merealisasikan beras untuk masyarakat miskin yang tersebar di delapan dan satu kota di Bali sekitar 2.000 ton per bulan, dan memenuhi permintaan dari anggota ABRI, dan untuk menjaga kemungkinan terjadinya bencana alam.

Dalam menghadapi hari-hari besar keagamaan dan nasional, seperti Natal dan pergantian tahun 2010, tidak perlu khawatir karena persediaan beras yang ada tersimpan di gudang Bulog cukup memadai, kata Tuti.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026