Pengiriman matadagangan tersebut dari segi volume menurun 10,70 persen dan peroleh devisa berkurang 6,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, kata Kepala Bidang Pengkajian dan Pengembangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Wayan Sudika di Denpasar, Senin.
Ia mengatakan, ikan hias hasil tangkapan nelayan secara tradisional itu selama delapan bulan pertama 2009 menghasilkan devisa 743.450 dolar AS dengan volume 582.807 ekor.
Ikan hias yang ditangkap di perairan Bali maupun daerah lainnya di Tanah Air diekspor lewat Bali menembus pasaran Jepang, Amerika dan Australia.
Wayan Sudika menambahkan, ikan hias merupakan salah satu dari 15 jenis hasil matadangan hasil perikanan dan kelautan yang berhasil menembus pasaran global.
Ekspor hasil perikanan dan kelautan Bali mampu menghasilkan devisa sebesar 76,6 juta dolar AS selama delapan bulan pertama 2010, atau meningkat 8,33 persen dibanding periode yang sama 2009 yang berkisar 70,7 juta dolar AS.
Sektor perikanan mampu memberikan andil sebesar 21,38 persen dari total ekspor non migas Bali sebesar 358,37 juta dolar AS selama delapan bulan pertama 2010, ujar Wayan Sudika.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali, Ir Gusti Putu Nuriartha menambahkan, menurunnya nilai ekspor ikan hias tersebut akibat berbagai kendala antara lain kesulitan nelayan dalam menangkap ikan hias karena cuaca yang kurang menguntungkan.
Meski demikian masih sangat berpeluang untuk meningkatkan ekspor ikan hias pada 2010. Perairan Bali cukup kaya terhadap keanekaragaman jenis ikan hias yang berwarna-warni.
Nelayan melakukan penangkapan matadagangan bernilai ekonomis tinggi itu masih terbatas di sekitar pantai dengan menggunakan peralatan yang sangat sederhana.
Nelayan dalam menangkap ikan hias hendaknya tetap memperhatikan kelestarian dan menjaga kesinambungan terumbu karang yang menjadi habitat berkembang biaknya berbagai jenis ikan hias yang berwarna-warni, ujar Gusti Nuriartha.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.