"Target penyelesaian perluasan Bandara Ngurah Rai dipercepat, dari semula bulan Mei menjadi Maret 2013, agar nanti tidak mepet dengan pelaksanaan APEC Summit di Bali," kata Deputi Bidang Ekonomi Wakil Presiden Tirta Hidayat di Kuta, Senin.
Usai mengikuti Rapat Percepatan Proyek Pengembangan Bandara Ngurah Rai di Hotel Ramada Bintang Bali, Tirta menyatakan pemerintah pusat sangat berkepentingan agar pembangunan bandar udara internasional itu bisa secepatnya rampung.
Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sidang kabinet telah memerintahkan percepatan pembangunan Bandara Ngurah Rai. Sebagaimana diketahui Bali akan menjadi tempat pertemuan "Asia Pacific Economi Cooperation (APEC) Summit 2013".
"Presiden sampai tiga kali mengatakan dalam rakor sidang kabinet, agar penyelesaian pembangunan Bandara Ngurah Rai jangan sampai telat," ujar Tirta.
Rapat Percepatan Proyek Pengembangan Bandara Ngurah Rai dihadiri Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Tommy Soetomo, Komisaris Utama PT AP I (Persero) Surato, Bupati Badung Anak Agung Gde Agung, GM PT AP I (Persero) Bandara Ngurah Rai Heru Legowo, dan Sekda Badung Kompyang R Swandika.
Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Tommy Soetomo menyebutkan, proyek pengembangan Bandara Ngurah Rai dimulai awal November 2010, dari rencana semula awal 2011.
Bahkan kini telah dilakukan proses tender untuk fasilitas vital seperti air, listrik hingga telepon di lokasi yang akan diperluas. Nantinya dengan proyek pembangunan itu, maka luasan bandara yang semula 15.000 meter persegi menjadi 120.000 meter persegi.
"Anggaran pembangunan Bandara Ngurah Rai mencapai Rp2 triliun bersumber dari internal perusahaan dan pinjaman bank," kata dia.
Usai mengikuti pertemuan, Bupati Badung Anak Agung Gde Agung menyambut baik atas percepatan pembangunan bandara.
Bupati mengatakan, meski ada beberapa perubahan pada desain dan rancangan pengembangan Bandara Ngurah Rai, namun secara substansi sudah mengadopsi arsitektur Bali seperti dalam hal ketinggian bangunan yang mengacu perda yang tidak boleh melebihi 15 meter.
Desain Bandara Ngurah Rai telah dipresentasikan pada Juli 2010. "Tanggal 19 Juli lalu rekomendasi pembangunan sudah dikeluarkan Pemkab Badung. Desain bandara juga tetap mengadopsi kearifan lokal," katanya menjelaskan.
Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan fasilitas pendukung seperti akses jalan dari dan ke bandara, guna mengatasi kemacetan lalu lintas, yang kini dalam proses penyusunan detail enginering design (DED).
"Kami telah menyiapkan perluasan jalan 'under pass' yang diharapkan selesai tahun 2012," tambahnya.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.