Nusa Dua (Antara Bali) - Perubahan arah angin yang laten menggagalkan upaya pencinta olahraga paralayang memecahkan rekor MURI dengan jumlah penerbang hingga 110 orang di Pantai Timbis, kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Minggu.

"Sebetulnya minat dan dukungan para penerbang paralayang Indonesia dan mancanegara untuk pemecahan rekor ini sangat tinggi. Mereka telah siap sejak pagi, namun arah angin terlalu condong ke kiri sehingga mengurangi daya angkat secara signifikan," kata Ketua Panitia Pelaksana Pemecahan Rekor Paralayang Joko Bisowarno.

Menurut dia, jumlah penerbang olahraga kedirgantaraan itu yang telah siap berkumpul lebih dari 110 orang. Walau kecepatan angin hanya 18-20 kilometer perjam, namun hal itu dianggap masih bisa ditoleransi.

"Masalahnya cuma pada arah datang angin, condong sekitar 30 derajad ke kiri. Penerbang pertama memang bisa mengudara, namun daya angkatnya kurang untuk bisa tetap bertahan mengudara hingga penerbang terakhir bergabung di udara yang memerlukan waktu sekitar dua jam," katanya.

Mengenai kondisi cuaca, menurut Joko Bisowarno, tergolong sangat cerah, langit tak berawan dan tidak ada hambatan visual apapun.

Pihaknya telah mengukur waktu minimal yang dianggap aman agar jarak dan selang waktu meluncur antarpenerbang bisa optimal. Rekor jumlah penerbang yang secara bersama-sama mampu bertahan di udara adalah 99 orang.

Sejak pagi, berbagai pihak/unit pendukung dan atlet penerbang paralayang telah siap di lokasi peluncuran. Di antara pendukung itu adalah mobil SAR dan unit radio yang sangat vital untuk kelancaran dan keamanan penerbangan.

Lokasi peluncuran paralayang di Pantai Timbis, katanya, merupakan yang paling ideal dari semua lokasi peluncuran yang ada di Tanah Air.

Dengan panjang garis peluncuran hingga 19 kilometer dan berada di ketinggian yang langsung menghadap ke laut, lokasi itu sangat menjanjikan kenikmatan penerbangan paralayang.

"Upaya ini juga bisa dipandang sebagai pelipur lara di tengah keterpurukan kita di berbagai cabang olahraga. Biar begini, kita telah mencetak beberapa juara dunia paralayang," katanya.

Joko Bisowarno mengatakan, upaya serupa akan diulang lagi tahun depan. "Mungkin pada 17 Agustus 2011. Jumlahnya bisa sama, 110 penerbang, atau malah lebih," tambahnya.

Sementara itu Kepala Seksi Pembinaan Potensi Dirgantara Pangkalan Udara TNI-AU Ngurah Rai Letnan Satu Teknik Muhajir menyatakan sangat mendukung upaya cabang olahraga kedirgantaraan itu.

"Pimpinan kami bahkan menyiapkan satu pesawat angkut Herkules untuk membawa para penerbang paralayang ini dari Jakarta, Solo, dan Malang ke Denpasar," kata Muhajir.(*)


Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026