Denpasar (Antara Bali) - Kementerian Luar Negeri bekerjasama dengan Institut Perdamaian dan Demokrasi (IPD), Universitas Udayana, menyelenggarakan lokakarya internasional Kawasan Asia-Pasifik, di Bali, pada 11-13 Oktober 2010.
Kerja sama itu Sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas negara-negara berkembang di bidang demokratisasi.
Kementerian Luar Negeri dalam keterangannya kepada ANTARA, di Denpasar, Sabtu, menyatakan, tema besar lokakarya yang digelar sebagai persiapan bagi pelaksanaan Forum Demokrasi Bali (BDF) Ke-III pada Desember nanti itu adalah Membangun Bangsa, Mereformasi Negara dan Membangun Ekonomi.
Tujuan lokakarya itu juga menghimpun berbagai pemikiran dan masukan dalam rangka mendukung dan mensukseskan pertemuan tahunan BDF Ke-III yang akan dilaksanakan di Bali pada Desember 2010.
Penyelenggaraan lokakarya ini merupakan tindak lanjut agenda hasil kesepakatan BDF, antara lain, menekankan kepentingan proses saling belajar dan membagi pengalaman dalam memperkuat demokratisasi dan pembangunan politik.
Penekanan pada hal itu di kawasan khususnya terutama terkait peran kepemimpinan demokratis dalam proses pembangunan bangsa, reformasi negara dan pembangunan ekonomi.
Menurut rencana, lokakarya itu akan dibuka secara resmi oleh Menteri Luar Negeri, Marty M Natalegawa, dan Gubernur Bali, Mangku Pastika, pada 11 Oktober 2010. Adapun peserta lokakarya sebanyak 20 orang peserta dari 18 negara yaitu Afghanistan, Bangladesh, Fiji, Irak, Indonesia, Yordania, Laos, Lebanon, Maladewa, Myanmar, Pakistan, Palestina, PNG, Tajikistan, Timor Timur, Uzbekistan, Vanuatu dan Vietnam.
Dalam lokakarya itu, selama tiga hari berturutan, para peserta akan membahas dua topik berbeda secara panel dengan sejumlah narasumber asal Indonesia yang memiliki pengalaman di bidangnya masing-masing.
Para narasumber yang akan berbicara adalah yaitu mantan Menteri Luar Negeri Nur Hassan Wirajuda, mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Akbar Tandjung, Ketua Bidang Hubungan Kerjasama Internasional Partai Demokrat Nurhayati Assegaf.
Direktur Utama PT Telkom, Reinaldi Firmansyah, dosen Universitas Indonesia, Ery Seda, dan Wakil Ketua KPK, Bibit Samad Rianto juga akan menjadi pembicara.
Lokakarya ini akan menyerupai forum berbagi pengalaman di antara peserta mengenai dinamika demokratisasi di negaranya masing-masing. Forum ini akan dimanfaatkan Indonesia untuk berbagi kapasitasnya sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia dengan berbagai capaiannya dalam mengembangkan kepemimpinan demokratis.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.