Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah Provinsi Bali mengklaim telah serius menangani berbagai persoalan lanjut usia di daerah itu melalui pembentukan regulasi dan berbagai bentuk pelayanan sosial.

"Tidak bisa dipungkiri bahwa proses penuaan penduduk akan membawa implikasi terhadap berbagai aspek perencanaan pembangunan sosial, ekonomi politik dan sebagainya. Bercermin dari hal itu, Pemprov Bali telah menerbitkan berbagai perangkat peraturan perundang-undangan untuk penanganan lanjut usia yang cukup memadai," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali I Nyoman Wenten, di Denpasar, Selasa.

Selain itu, ucap dia, Provinsi Bali juga telah memfasilitasi terbentuknya Komisi Daerah Lansia kabupaten/kota se-Bali. Sedangkan perhatian pemerintah daerah terhadap kebijakan pelayanan sosial lanjut usia juga dilaksanakan melalui pelayanan dalam panti sosial lansia, pelayanan di luar panti, pendampingan dan perawatan sosial lanjut usia di rumah (homecare).

Ia menambahkan, ada juga pemberian bantuan sosial langsung bagi lansia melalui Asistensi Sosial Lanjut Usia Terlantar (ASLUT) dan dukungan kepada keluarga lanjut usia.

"Oleh karena itu, kami berharap dari kegiatan ini dapat menghasilkan rumusan kebijakan program dan kegiatan yang dapat diimplementasikan agar dapat mewujudkan lanjut usia yang tua berguna, bahagia dan sejahtera," ujarnya pada Kegiatan Temu Regional Komisi Daerah Lanjut Usia Jawa-Bali IV.

Wenten mengemukakan, Provinsi Bali termasuk kategori keempat masyarakat yang berstruktur tua karena jumlah penduduk lansia di Bali diperkirakan berkisar 517.500 orang, sedangkan yang terdata terlantar sejumlah 15.579 orang dari jumlah penduduk 4,2 juta jiwa.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Temu Regional Komda Lansia se-Jawa-Bali IV I Ketut Susrama, mengemukakan bahwa tujuan penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah menjadi ajang berbagai pengalaman dalam upaya peningkatan kesejahteraan lansia di daerah masing-masing serta sekaligus mengevaluasi hasil temu regional tahun sebelumnya.

Peserta dari kegiatan tersebut berasal dari Komda Lansia se Jawa-Bali yang meliputi Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali, dengan jumlah peserta seluruhnya sekitar 100 orang.

Ketut Susrama, juga menyampaikan bahwa kegiatan akan dilaksanakan selama tiga hari. Dia berharap lewat pertemuan itu akan menghasilkan masukan yang bermanfaat bagi kesejahteraan lansia di Indonesia. (WDY)

Pewarta: Oleh Ni Luh Rhismawati
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026