"Kami berharap pemerintah kabupaten/kota untuk segera mengajukan SPA untuk memastikan ketersediaan beras kepada masyarakat menjelang hari raya keagamaan karena raskin membantu pengendalian harga," kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional Bali, Wayan Budhita di Denpasar, Minggu.
Ia menjelaskan apabila masyarakat utamanya dengan ekonomi rendah telah mendapatkan pasokan beras, maka diharapkan kenaikan harga yang biasanya terjadi menjelang hari raya, salah satunya bisa dikendalikan.
Hingga saat ini, kata dia, dari sembilan kabupaten/kota, baru Kabupaten Tabanan yang sudah 100 persen mendistribusikan beras miskin kepada warganya.
Sedangkan kabupaten/kota lainnya rata-rata masih sekitar 70 persen atau di bawah 100 persen yang menyalurkan raskin kepada masyarakat.
Bulog Bali menargetkan selama tahun 2015, sebanyak 27.346 ton beras untuk masyarakat miskin bisa tersalurkan.
Pada Juli 2015, tiga hari raya besar keagamaan jatuh berdekatan yakni Hari Raya Galungan, Lebaran dan Kuningan sehingga dipastikan kebutuhan akan beras akan meningkat.
Untuk itu, pihaknya berencana akan mempercepat waktu distribusi beras miskin sebanyak dua kali pada Juni dan Juli 2015 yang disesuaikan dengan instruksi Pemerintah Pusat.
Selain optimalisasi penyaluran raskin oleh Bulog, pihaknya juga akan intensif menggelar pasar murah dan operasi pasar bekerja sama dengan pemerintah daerah, Bank Indonesia dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sebagai salah satu antisipasi agar tidak terjadi lonjakan harga saat hari raya tersebut.
Bulog Bali, lanjut dia, juga secara berkala akan disuplai beras dari Nusa Tenggara Barat sebanyak 1.000 ton sehingga menambah jumlah beras di Pulau Dewata yang mencapai sekitar 10.800 ton yang diprediksi mampu memenuhi kebutuhan hingga lima bulan mendatang.
Sementara itu total rata-rata konsumsi beras di Pulau Dewata per bulan mencapai sekitar 2.600 ton. (WDY)
: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.