Amlapura (Antara Bali) - Sebanyak 2.300 anak usia sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Kabupaten Karangasem, Bali, ambil bagian dalam kegiatan Rembug Budaya III yang berlangsung selama sepekan, 29 September hingga 3 Oktober 2010.
"Kegiatan yang juga melibatkan 200 guru SD itu diisi dengan 29 aktivitas dalam bidang seni," kata Ni Made Sudani, ketua panitia kegiatan tersebut di Amlapura, Minggu.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat berlangsung secara berkesinambungan setiap tahun sebagai upaya melestarikan dan mewariskan seni budaya, sekaligus mencegah degradasi budaya akibat pengaruh modernisasi.
Ke-29 jenis aktivitas yang digelar dalam kegiatan itu antara lain kursus tabuh dan tari Bali, sastra Bali, melukis dan merias wajah bagi anak-anak umur 6-17 tahun.
Ni Made Sudani menjelaskan, kegiatan yang diselenggaraan Yayasan Metropolita Indonesia (YMI) itu juga melakukan pendidikan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap bahaya sampah plastik dalam mewujudkan Bali bersih dan hijau.
Kegiatan lainnya melakukan kampanye hak anak dan perempuan, serta kampanye kesehatan gigi, ucapnya.
Kursus tabuh dan tari Bali di luar aktivitas proses belajar mengajar dilakukan secara gratis bekerja sama dengan desa adat (pekraman), didukung pusat administrasi Kecamatan Abang, Bebandem dan Karangasem.
Selain itu juga diisi dengan parade seni, lomba tari, lukis, penulisan artikel dan cerdas cernat bahasa Inggris.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu mewujudkan masa depan generasi muda Bali lebih cerah, sekaligus menyediakan ruang apresiasi dan kreativitas yang positif.
Semua itu diharapkan mampu mencegah sedimi mungkin terjadinya degradasi budaya sebagai akibat dari modernisasi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, ujar Ni Made Sudani.
Bupati Karangasem I Wayan Geredeg SH menyambut baik kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian YMI terhadap seni budaya Bali.
Kehadiran YMI telah mampu berperan sebagai wadah aktivitas budayawan dan seniman dalam mengembangkan bakat anak dan remaja.
Seni budaya, menurut Bupati Geredeg, mampu berfungsi menghaluskan jiwa, menanamkan pikiran yang baik dan bijaksana untuk mencapai kedamaian.
"Kedamaian menjadi dambaan semua orang, baik kedamaian hati, kedamaian hidup maupun kedamian berbangsa dan bernegera," ujar bupati.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.