"Bertambah banyak kedatangan turis Eropa tersebut, salah satunya berkat promosi pariwisata yang dilakukan pemerintah Indonesia bersama pelaku bisnis perpelancongan memberikan hasil yang cukup bagus," ujar pengamat Pariwisata Drs Dewa Rai Budiasa di Denpasar, Jumat.
Untuk bisa lebih banyak kedatangan turis Eropa ke Bali tentu promosi harus lebih gencar lagi, guna menarik wisatawan kawasan itu untuk datang ke Bali, disamping memperbaiki infrastruktur yang ada dan memperbanyak transportasi udara pergi-pulang ke Eropa.
Ia yang pernah bertugas di Kedutaan RI di Jerman mengakui, kedatangan turis asing yang berlibur ke Bali hingga saat ini masih didominasi oleh masyarakat Australia, Tiongkok, dan wisman asal Jepang, tetapi pelancong asal Eropa sudah mulai menggeliat.
Sesuai catatan Dinas Pariwisata Bali, peranan masyarakat Eropa yang datang berlibur ke Pulau Dewata selama triwulan I-2015 mencapai 166.775 orang atau 17,59 persen dari kedatang turis asing ke daerah ini yang mencapai 948.393 orang. Kondisi itu cukup menggembirakan, apalagi di awal 2015 jumlah kedatangan turis Eropa tetap mengalami peningkatan seperti misalnya turis asal kerajaan Inggris mencapai 29.502 orang Januari-Maret 2015 naik hingga 14,58 persen dari periode yang sama 2014 hanya 25.747 orang.
Sementara masyarakat Belanda yang berliburan ke Bali juga naik 14,12 persen menjadi 18.027 orang selama tiga bulan I-2015, pada hal sebelumnya hanya 15.796 orang, masyarakat Perancis yang terbang langsung bertambah dari 21.882 menjadi 21.899 orang. Sementara pelancong asal Jerman bertambah tiga persen dari 18.150 orang menjadi 18.734 orang Januari-Maret 2015. Kondisi ini sebenarnya masih sepi karena mereka (turis Eropa-red) ramai ke Bali pada pertengahan tahun yakni sekitar Juli, Agustus dan September. (WDY)
Pewarta: Oleh I Ketut Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.