Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat mengatakan bahwa berkurangnya kekhawatiran pelaku pasar uang terhadap kenaikan lebih cepat suku bunga bank sentral AS (Fed fund rate) menjadi salah satu penopang mata uang rupiah.
"Belum membaiknya data perekonomian Amerika Serikat mendorong pelaku pasar uang masih cukup aktif melakukan transaksi mata uang berisiko, salah satunya rupiah sehingga menahan laju dolar AS di pasar valas domestik," kata Reza.
Dari eksternal, lanjut dia, akan adanya langkah dari pemerintah Tiongkok untuk mengatasi perlambatan industri manufakturnya menjadi harapan bagi investor, situasi itu akan mendorong perekonomian global sehingga ikut memberikan momentum pada mata uang rupiah untuk kembali bergerak menguat.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa hampir semua data ekonomi AS yang diumumkan tadi malam lebih buruk dari periode sebelumnya sehingga menahan penguatan dolar AS.
Selanjutnya, Rangga mengatakan bahwa perhatian investor akan perlahan beralih kepada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan diadakan pada pekan depan. "Jika keraguan the Fed meningkat untuk menaikkan suku bunga acuan maka dapat dipastikan dollar akan mengalami tren pelemahannya," katanya. (WDY)
Pewarta: Oleh Zubi MahrofiEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.