Semarapura (Antara Bali) - Dialog menjadi salah satu solusi tepat dalam mengupayakan perdamaian masyarakat di seluruh dunia, karena persoalan yang muncul umumnya akibat terjadinya kesenjangan komunikasi.
"Perlu kita sadari bahwa berbagai persoalan muncul akibat kurang sinkronnya komunikasi antar berbagai pihak, kelompok masyarakat," kata Indra Udayana, pengasuh Ashram Gandi Puri Sevagram, Desa Paksebali, Kabupaten Klungkung, Bali, Minggu.
Untuk itu, tokoh yang biasa disapa "Gus Indra" tersebut terus mengajari anak-anak "ashram" asuhannya untuk membiasakan diri melakukan dialog, dengan harapan mampu mengatasi setiap persoalan yang dihadapi.
Hal itu, sekaligus menjadi ajang dalam berlatih menjadi kader yang kelak diharapkan dapat berperan serta dalam menciptakan kedamaian masyarakat di dunia.
Ia mengingatkan, berbagai persoalan yang ada, harus dicarikan jalan keluarnya, sehingga tidak sampai berlarut-larut dan menjadi masalah besar bagai "api dalam sekam".
"Solusi itu sudah pasti didapatkan melalui jalan dialog. Dialog menjadi sangat penting untuk bisa menyelesaikan berbagai masalah," ujarnya.
Berbagai persoalan yang ada, katanya, termasuk yang berkaitan dengan pembinaan perdamaian antarumat beragama. "Untuk itu sangat penting kalau dialog itu dibina sejak anak usia dini," jelasnya.
Diakui bahwa kini persoalan dialog antaragama juga masih sebatas di permukaan, belum masuk sampai ke lingkungan masyarakat berbeda agama di pedesaan.
Saat ini, kata pria yang sejak lama menjalin hubungan dekat dengan Gus Dur (almarhum) itu, pihaknya terus berupaya menggalakkan sosialisasi pentingnya dialog dan "Dharma Ashram" atau hidup bersama dalam alam, dari, oleh, dan untuk orang muda.
Untuk mencapai keberhasilannya, dia terus berupaya melakukan pendekatan serta membuka diri dengan kalangan muda yang haus ilmu pengetahuan.
Gus Indra mengatakan, Ashram Gandhi siap menjadi jembatan bagi mereka yang ingin berdiskusi. "Kami menciptakan tradisi dialog melalui aktivitas yoga, seni maupun olahraga di Ashram Gandhi," jelasnya.
Dari kegiatan itulah, kata Gus Indra, nantinya diharapkan muncul gagasan, ide, bahkan diharapkan melahirkan proyek besar kemenusiaan. "Salah satu target besar Ashram Gandhi adalah membina kehidupan dalam kebersamaaan secara damai antarumat beragama di dunia," ucapnya.
Pihaknya terus berbenah agar bisa diterima oleh berbagai kalangan. "Kami berusahan melakukan terobosan pola kombinasi kuno dan modern. Dengan demikian gerakan ashram diharapkan lebih bersemangat terutama bagi kalangan muda," jelasnya.
Sebagai wujud nyata turut menciptakan perdamaian agama di dunia, kata Gus Indra, Ashram Gandi beberapa waktu lalu dikunjungi oleh 60 mahasiswa North Easthern Universty Boston dan mahasiswa dari San Fransisco dan New York untuk belajar dan diskusi bersama.
Selain itu "ashram" itu juga mengudang berbagai narasumber untuk mengisi dialog lintas agama, seperti Romo Beby, Romo Venus, Romo Paskalis dari Gereja Katholik.
Cendikiawan Hindu seperti Raka Raka Santeri, Alit Bagiasna dari PHDI, Putu Suasta sebagai aktivis sosial, Ida Bagus Gde Wiyana selaku Ketua Forum Komunikasi Antar Umat Beragama Bali, juga sempat dihadirkan.
"Tidak ketinggalan tokoh dan aktivis kemanusiaan kalangan Islam seperti Raoul Hakim dan tokoh tokoh lainya, di antaranya mantan penyiar RCTI Chandra Sugarda juga sempat mengisi berbagai diskusi dan dialog di tempat kami," tambah Gus Indra.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.