Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, naik 39 sen menjadi berakhir pada 50,00 dolar AS per barel di New York Stock Exchange.
Sedangkan di London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan April, kontrak berjangka utama global, merosot 1,20 dolar AS menjadi menetap di 58,53 dolar AS per barel.
"Mungkin ini minggu baru tetapi yang rumit minyak mentah sedang mempertimbangkan masalah yang sama -- peningkatan produksi dan persediaan yang cepat terhadap potensi meningkatnya permintaan dan penurunan persediaan," kata Matt Smith dari Schneider Electric.
Kedua kontrak WTI dan Brent telah mencetak kerugian pada Jumat lalu, karena dolar melonjak didorong laporan pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan, sehingga meningkatkan harapan bahwa Federal
Reserve akan menaikkan suku bunga tingkat nol pada sekitar Pertengahan tahun.
Sebuah greenback yang kuat membuat minyak yang dihargakan dalam dolar lebih mahal untuk pembeli yang menggunakan mata uang lemah, sehingga menekan permintaan turun. (WDY)
: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.