Denpasar (Antara Bali) - Pengurus Daerah Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali melakukan kegiatan pelepasan 18 ekor penyu dan 88 tukik di Pantai Mertasari, kawasan wisata Sanur dalam rangkaian Tahun Baru Imlek 2566.

"Pelepasan puluhan penyu dan tukik tersebut kehabitatnya adalah sebagai wujud kepedulian dan upaya pelestarian satwa langka yang telah dilindungi undang-undang," kata Ketua PD INTI Bali Sudiarta Indrajaya di Sanur, Bali, Minggu.

Ia mengatakan, satwa penyu dan naga dalam kepercayaan warga Tionghoa adalah sebagai satwa penyelamat dunia ketika bumi ini berputar agar tidak tenggelam.

"Kepercayaan kami satwa penyu dan naga adalah penyelamat dari perputaran bumi ini, sehingga ketika bumi ini berputar di atas samudra luas, maka satwa penyu dan naga tersebut mampu mengangkat dan naga melilitnya agar tidak sampai goyah dan tenggelam," tutur Sudiarta Indrajaya yang didampingi Ketua Dewan Penyantun INTI Bali Dr Frans Bambang Siswanto dan pengurus lainnya.

Ia mengatakan, organisasi sosial tersebut selain melakukan pelepasan satwa penyu dan tukik (anak penyu) di pantai objek wisata Sanur juga melakukan bersih-bersih bersama masyarakat setempat di sekitar kawasan pantai itu. Sudiarta Indrajaya mengatakan, penyu yang dilepas tersebut diambil dari penangkaran dan didonasi oleh pengurus dan anggota INTI.

"Rangkaian kegiatan Tahun Baru Imlek juga telah digelar parade seni dan budaya Barongsai yang dikolaborasikan dengan Barong Ket (Bali) pada Minggu(1/2), termasuk juga melakukan kegiatan donor darah yang telah dilaksanakan pada Sabtu (14/2) di Kuta kerja sama dengan Komunitas Peduli Bali, Hotel Kartika Plaza Discovery serta Korem 163 Wirasatya," katanya.

Sudiarta Indrajaya menambahkan, untuk penanaman pohon penghijauan akan dilakukan disejumlah kabupaten di Bali, serta puncak Imlek akan diselenggarakan pada 8 Maret mendatang dengan menampilkan kesenian dari negara Tiongkok. (WDY)

Pewarta: Oleh I Komang Suparta
Editor : I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026