Denpasar (Antara Bali) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar memberlakukan waktu respon panggilan peristiwa kebakaran saat ini sudah di bawah 10 menit.

"Hal ini terjadi karena kami sudah menempatkan pos-pos unit untuk menanggulangi kebakaran yang tersebar di seluruh wilayah Kota Denpasar," ujar Sekretaris BPBD Kota Denpasar I Wayan Dana di Denpasar, Sabtu.

Wayan Dana menambahkan, pos tersebut berada di sekitar Renon yang diberi nama pos Juanda yang mengawasi wilayah Denpasar Timur, kemudian di Terminal Ubung yang dinamakan pos Cokro yang mengawasi wilayah Denpasar Utara.

Pos lainnya di Jalan Mahendradata yang diberi nama pos Merpati. Pos ini mengawasi wilayah Denpasar Barat.

"Selain ketiga pos tersebut, pos pengendali dan yang utama ada di pusat di Jalan Imam Bonjol yang sekaligus mengawasi wilayah Denpasar Selatan," katanya.

Tugas ketiga pos selain pos utama itu, ujar Wayan Dana, bertugas memberikan penanganan pertama di lokasi kebakaran, sehingga bisa cepat mengendalikan situasi.

"Selain itu juga, bertugas mencari informasi awal di lokasi kebakaran untuk dilaporkan ke pos utama. Dari hasil laporan awal itu akan menentukan langkah selanjutnya, misalkan, peristiwa kebakarannya besar, maka akan ditambah tenaga bantuan dan kendaraan," ujarnya menjelaskan.

Wayan Dana mengatakan, setiap pos disiapkan dengan satu unit kendaraan dengan satu unit mobil ambulans.

Di sisi lain, Wayan Dana mengatakan, jumlah kendaraan operasional yang ada saat ini, berbagai peristiwa kebakaran yang terjadi di wilayah Denpasar masih bisa diatasi.

"Sebab, jika ada peristiwa kebakaran hebat, seperti yang terjadi saat kebakaran di Pasar Kumba Sari, biasanya kami mendapat bantuan dari pihak BPBD Kabupaten Badung," katanya.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026