Denpasar (Antara Bali) - Nyonya Tisnawati Karna MSi (63), mantan anggota DPR-RI daerah pemilihan Bali meninggal dunia pada Jumat (10/9) lalu karena sakit.
Bagus Gede Ananta Wijaya Karna, anak kedua almarhumah Ny Tisnawati Karna, saat ditemui ANTARA di rumah duka Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, Senin mengatakan, selama ini orang tuanya tidak pernah ada keluhan sakit yang serius kepada anak-anaknya.
"Ibu saya tidak pernah mengeluh sakit. Bahkan sejak selesai menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009, beliau tetap aktif dalam organisasi politik dan organisasi sosial," ucapnya.
Menurut dia, almarhumah adalah sosok ibu yang tegas untuk memotivasi anak-anaknya agar semangat dalam bekerja dan berorganisasi sosial. Dengan aktif di berbagai organisasi akan tahu kondisi bangsa ini ke depannya.
Politisi Partai Golkar itu memiliki perjalanan karier yang cukup dikenal di Bali. Berawal dari Dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana, lalu terjun ke dunia politik dan selama empat periode menjadi anggota DPR/MPR-RI.
Ananta Wijaya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu selama almarhumah Ny Tisnawati Karna sejak perawatan di rumah sakit hingga mengantar ke rumah duka.
"Kami mewakili keluarga mengucapkan terima kasih dan mohon maaf jika ada kekeliruhan almarhumah selama ini. Dan memohonkan agar arwahnya diterima Ida Sang Hyang Widhi Wasa," katanya.
Ny Tisnawati Karna meninggalkan suami dr Ketut Karna, tiga anak yaitu Ni Luh Putu Ratih Febriyanti Karna, Bagus Gede Ananta Wijaya Karna, Komang Bagus Jayaningrat Karna serta dua orang cucu perempuan.
Jenazah almarhumah Tisnawati Karna kini masih disemayamkan di rumah duka Jalan Kertha Usada 15 Denpasar Selatan.
Upacara "pengabenan" (kremasi jenazah) akan dilakukan pada Kamis 16 Agustus 2010 di Setra Adat Sidakarya.
Tampak sejumlah karangan bunga dari pejabat pemerintah dan partai politik berjejer di halaman rumah duka, antara lain dari Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakri, IDI Bali, Bupati Badung dan Bupati Klungkung.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.