Dengan tidak ada data utama yang keluar pada Selasa, investor sedang menunggu laporan data penggajian (payroll) non pertanian yang akan dirilis pada Jumat (7/12).
Para analis memperkirakan laporan itu akan positif dan dengan demikian memberikan dorongan untuk ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebelum pertengahan 2015.
Dolar AS juga didukung oleh pernyataan optimis dari pejabat Federal Reserve. Wakil Ketua Fed Stanley Fischer dan Presiden Fed New York William C. Dudley menekankan pada Senin bahwa penurunan harga minyak akan mengangkat pendapatan riil dan meningkatkan belanja konsumen di negara itu.
Sementara Fed melihat harga minyak yang lebih rendah sebagai berkah bagi perekonomian, ketika sedang dalam perjalanan menuju kenaikan suku bunga pertama tahun depan, bank-bank sentral di Eropa dan Jepang berencana untuk melaksanakan stimulus lebih besar untuk mengatasi ancaman deflasi. Bank Sentral Eropa akan menggelar pertemuan pada Kamis.
Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,79 persen menjadi 88,645 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan di New York, euro jatuh ke 1,2379 dolar dari 1,2477 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,5638 dolar dari 1,5740 dolar. Dolar Australia turun menjadi 0,8449 dolar dari 0,8511 dolar.
Dolar AS dibeli 119,24 yen Jepang, lebih tinggi dari 118,28 yen pada sesi sebelumnya. Greenback naik ke 0,9727 franc Swiss dari 0,9640 franc Swiss, dan naik menjadi 1,1405 dolar Kanada dari 1,1318 dolar Kanada. (WDY)
: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.