Denpasar (Antara Bali) - Perbankan di Bali surplus dana sebanyak Rp8,3 triliun hingga Mei 2010, karena simpanan masyarakat di bank lebih besar dari pinjaman yang diberikan bank di daerah itu.

Pimpinan Bank Indonesia Denpasar, Jeffrey Kairupan, dalam laporan kajian ekonomi regional Bali di Denpasar, Kamis, menyebutkan, simpanan masyarakat pada perbankan di daerah itu hingga Mei 2010 secara kumulatif sebesar Rp33,8 triliun.

Sedangkan pinjaman yang diberikan bank kepada masyarakat pengusaha maupun perorangan dalam periode yang sama hanya Rp25,6 triliun.

Ini artinya uang masyarakat yang ditaruh diperbankan lebih besar dari pinjaman yang diberikan, katanya.

Ia menjelaskan, simpanan masyarakat Bali yang berada di bank sebagian besar dalam bentuk tabungan yang bisa ditarik sewaktu-waktu mencapai Rp15,1 triliun, menyusul dalam bentuk simpanan berjangka Rp12,3 triliun dan sisanya berbentuk giro Rp6,2 triliun.

Sedangkan kredit yang dicairkan lembaga perbankan tersebut sebagian besar dinikmati oleh mereka yang bergerak di sektor perdagangan dan akomodasi perhotelan sejalan dengan potensi sektor pariwisata yang besar yakni sebsar Rp8,6 triliun.

Di bidang jasa yang menikmati pinjaman hingga Mei 2010 sebesar Rp3,2 triliun. Dari sederetan sektor yang diberikan pinjaman perbankan di Bali, sektor pertambangan menikmati pinjaman terkecil yakni sebanyak Rp Rp4,9 miliar.

Sementara sektor lain-lain tercatat menerima pinjaman perbankan paling tinggi yakni Rp12,5 triliun. Sektor lain-lain ini antara lain usaha yang bergerak pada usaha di bidang pembangunan dan pengembangan sarana kreasi di daerah ini.

Effrey Kairupan menyebutkan, jumlah simpanan dana pihak ketiga di perbankan bertambah besar begitu pula kredit yang dicairkan meningkat, berarti perkembangan perekonomian masyarakat daerah ini diperkirakan akan tumbuh positif.

Bank Indonesia memperkirakan, perekonomian masyarakat Bali dalam triwulan II-2010 akan tumbuh positif dalam kisaran 5,1 persen atau lebih tinggi dari pada periode sama sebelumnya yang hanya 4,4 persen. (y-o-y).

Pertumbuhan yang lebih baik itu kuat perkiraannya didorong oleh sektor pariwisata, pertanian dan jasa-jasa, selain kinerja perbankan dalam periode ini akan lebih baik termasuk dalam peningkatan aset, katanya.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026