"Kemarin (Kamis, 30/10), saya bicara dengan Direksi Pertamina, pasokan cukup. Tidak ada masalah. Jadi, tidak ada masalah," kata Rini, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat.
Menurut Rini, kesiapan BBM cukup baik, sehingga tidak melihat kemungkinan kekurangan.
"Saya cukup tenang karena pasokan BBM tersedia," ujarnya.
Meski begitu, Rini yang baru dilantik 27 Oktober 2014 sebagai menteri Kabinet Kerja periode 2014--2019 ini menuturkan, jika pengelolaan pasokan BBM tidak hati-hati maka kemungkinan akan ada kekurangan.
"Tetapi kalau dilihat kemarin setelah saya bicara dengan Pertamina, pasokan cukup," ujarnya.
Rini melanjutkan, persoalan pasokan BBM, Presiden Joko Widodo menekankan bagaimana mulai mengalihkan subsidi dari subsidi konsumsi ke produksi, salah satunya dengan kartu rekening.
"Hal ini semuanya tergantung dari diri kita sendiri, apakah kita dapat mengalihkannya. Kalau dilihat dari APBN kita sekarang, memang berat sekali, ditambah dengan harga minyak saat ini," ujarnya.
Pemerintah diketahui sudah mengunci kuota BBM subsidi sebesar 46 juta kiloliter sampai dengan akhir tahun 2014.
Sementara itu pemerintah juga mengisyaratkan akan menaikkan harga BBM bersubsidi sebelum 1 Januari 2015. (WDY)
Pewarta: Oleh Royke Sinaga: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.