"Program bedah rumah tersebut bertujuan mengentaskan kemiskinan di Bali. Sehingga pada anggaran APBD induk dan perubahan total dana yang dianggarkan sebesar Rp22,4 miliar lebih," katanya di Denpasar, Minggu.
Dikatakannya, program tersebut menyasar rumah tangga miskin (RTM) di tujuh kabupaten di Bali, kecuali Kabupaten Badung dan Kota Denpasar.
"Program bedah rumah itu salah satu program yang telah dicanangkan dalam konsep "Bali Mandara" (Bali yang maju, aman, damai dan sejahtera)," katanya.
Program pengentasan kemiskinan itu, kata dia, dilakukan secara bertahap, sehingga nantinya warga masyarakat tidak ada lagi hidup digaris kemiskinan.
"Alasan kami menggarap program bedah rumah bagi RTM, karena rumah adalah salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan. Bagaimana bisa hidup, kalau tempat berteduh saja tidak layak huni?" ucapnya.
Gubernur yakin garis kemiskinan warga masyarakat bisa dikurangi bahkan dihapuskan, bila semua masyarakat bersama-sama memiliki visi yang sama, yakni menghapus garis kemiskinan itu dengan bekerja keras.
"Kami ajak warga untuk dapat keluar dari garis kemiskinan dengan semangat bekerja keras di segala sektor," ujarnya.
Sebelumnya, gubernur bersama SKPD (satuan kerja perangkat daerah) sudah melakukan peninjauan langsung ke lapangan terkait program bedah rumah, antara lain ke Kabupaten Klungkung dan Buleleng.
Selain itu, Gubernur Mangku Pastika mengatakan, penduduk Bali sebagian besar bergelut pada sektor pertanian. Oleh karena itu, melalui program sistem pertanian terintegrasi (simantri) diharapkan mampu terwujud kesejahteraan warganya.
"Sasaran program ini adalah pemberdayaan potensi pertanian secara terpadu dengan target terjadinya peningkatan pendapatan petani," katanya.
Mangku Pastika mengatakan, program Simantri juga memiliki kolerasi yang sangat jelas dalam menuju Bali bersih dan hijau (Bali Clean and Green).
"Pola-pola kemitraan dalam Simantri pengelolaan hasil produksi di sektor pertanian dalam arti luas, bisa membuka peluang usaha baru di sektor pertanian," katanya.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali Putra Suryawan mengatakan, sistem ini sebagai upaya terobosan untuk mempercepat adopsi alih teknologi pertanian kepada masyarakat pedesaan.
Ia mengatakan, Simantri mengintegrasikan kegiatan sektor pertanian dengan pendukungnya baik vertikal maupun horizontal sesuai potensi masing-masing wilayah.
"Inovasi teknologi yang diperkenalkan dalam program ini berorientasi untuk menghasilkan produk pertanian organik melalui pendekatan pertanian tekno-ekologis," katanya.
Kegiatan pertanian yang diintegrasikan, kata dia, adalah mengembangkan pertanian tanpa limbah serta dapat menghasilkan pangan, pakan, pupuk dan bahan bakar.
"Kegiatan utamanya mengintegrasikan kegiatan pertanian dan ternak, dimana limbah tanaman diolah untuk makanan ternak dan limbah ternak diolah menjadi biogas, biourine, pupuk organik dan biopestisida," jelas Suryawan.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.