"Di museum juga digelar pameran sejarah perjuangan tokoh pemuda 1928, MR Muhammad Roem dan Pemuda-Pemuda Sumatera Utara," ujar Humas museum Sumpah Pemuda, Bakhti Ari Budiansyah, di Jakarta, Selasa.
Di museum yang menjadi saksi Kongres II 28 Oktober 1928 tersebut, pengunjung bisa melihat langsung ruangan tempat dibacakannya rumusan hasil kongres yang sekarang dikenal dengan Sumpah Pemuda tersebut.
Selain itu, pengunjung bisa melihat biola milik WR. Supratman saat menciptakan lagu Indonesia Raya miliknya yang juga dikumandangkan saat kongres.
"Pada area pameran, pengunjung bisa mengetahui sejarah RM. Muhammad Roem dan tokoh pemuda lainnya saat masih berjuang," kata Bakhti.
Sejumlah buku-buku tentang pemuda, foto hingga miniatur juga dipamerkan di ruangan gedung yang tepatnya terletak di Jalan Kramat Raya 106 Jakarta Pusat itu.
Pada hari di luar pameran, pengunjung biasanya dikenai tarif Rp2.000 per orang dewasa dan Rp1.000 per anak.
Jika rombongan lebih dari 10 orang, tarif dipotong 50 persen dari harga tiket.
Tiap bulannya, kata dia, museum dikunjungi sekitar 100 orang dari berbagai daerah, baik dalam maupun luar kota. (WDY)
Pewarta: Oleh Fiqih ArfaniEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.