"Karena itu target PAD 2010 dari bidang perikanan optimistis dapat tercapai," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali Ir Gusti Ngurah Nuriatha ketika bersama wartawan melihat pengembangan buididaya perikanan air tawar di Kabupaten Tabanan, Jumat.
Didampingi Kabag Publikasi dan Dokumentasi Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng, ia mengatakan, PAD tersebut dalam tahun 2011 diharapkan dapat ditingkatkan sedikitnya menjadi Rp2 miliar.
PAD tersebut bersumber dari hasil pemeriksaan laboratorium matadagangan perikanan yang diekspor ke mancanegara, sertifikat laboratorium, izin pengisian bahan bakar minyak bagi kapal-kapal perikanan.
Gusti Ngurah Nuriatha menambahkan, perusahaan pengolahan ikan di Bali tercatat 51 buah dan 15 buah diantaranya tergolong besar, karena hasil olahannya menembus pasaran ekspor.
Perusahaan yang melakukan ekspor terutama ke Jepang, Amerika Serikat, Eropa dan negara lainnya wajib dilengkapi dengan hasil pemeriksaan laboratorium dan sertifikat laboratorium milik Pemerintah Provinsi Bali.
"Dari hasil pemeriksaan laboratorium itulah memperoleh PAD dari sektor perikanan yang besarnya sesuai dengan peraturan daerah (Perda) yang telah ditetapkan," ujarnya.
Pembangunan sektor perikanan di Bali selain mampu menghasilkan PAD juga secara bertahap mampu meningkatkan pendapatan nelayan dan petani ikan yang kini mencapai rata-rata Rp1,6 juta per bulan.
Kondisi itu diharapkan bisa ditingkatkan menjadi Rp2 juta perbulan atau dari Rp18 juta per tahun menjadi Rp24 juta pada tahun 2013 atau 2014.
Sektor perikanan dan kelautan di Bali mampu menyerap 82.000 tenaga kerja tersebar di delapan kabupaten dan satu kota di Bali, ujar Bali Gusti Ngurah Nuriatha.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.