"Rata-rata pengunjung yang datang kesini berasal dari hampir seluruh provinsi luar Bengkulu," kata petugas jaga Benteng Marlborough Bengkulu, Nofan, Selasa.
Akan tetapi objek wisata yang dibangun pada abad ke-18 oleh East Indian Company selama lebih kurang lima tahun (1714-1719) ini, pada bulan puasa sekarang sepi pengunjung.
"Tempat pertahanan yang dibangun oleh kolonial Inggris di bawah pimpinan Gubernur Jendral Josef Colin ini adalah benteng terbesar yang pernah dibangun oleh Inggris semasa kolonialismenya di Asia Tenggara," ujarnya.
Ia mengatakan pada hari biasa pengunjung yang datang ke tempat tersebut sekitar 10 orang per hari sedangkan pada hari libur sekitar 20-50 orang perhari.
Tarif yang dikenakan untuk pengunjung dewasa sebesar Rp2.500 per orang dan anak-anak sebesar Rp1.500 per orang tetapi ada juga yang mendapat kompensasi.
"Pengunjung yang mendapat kompensasi adalah anak-anak sekolah yang datang beramai-ramai dan rombongan keluarga dengan jumlah diatas 20 orang," katanya.
Untuk menjaga keamanan peninggalan sejarah tersebut disiapkan dua orang petugas keamanan yang berjaga selama 24 jam.
Selain itu dipekerjakan empat orang petugas kebersihan untuk menjaga kebersihan dan perawatan objek wisata itu.
"Ada empat orang petugas kebersihan dan disetiap sudut ditempatkan bak sampah," katanya.
Namun ia menyayangkan masih ada pengunjung yang tidak menjaga kebersihan dengan melakukan aksi corat coret pada bangunan tersebut.
Ia mengharapkan masyarakat dapat menumbuhkan rasa kepedulian terhadap peninggalan sejarah tersebut dengan salah satunya tidak melakukan aksi corat coret dinding bangunan tersebut.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.