Singapura (Antara Bali/AFP) – Harga minyak menurun di perdagangan Asia pada Senin saat dolar AS menguat sementara para dealer menunggu petunjuk perdagangan, ujar analis.
Acuan minyak mentah AS meliputi West Texas Intermediate untuk pengiriman November turun 59 sen menjadi 92,95 dolar Amerika (sekitar Rp1,13 juta), sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman di bulan yang sama turun 25 sen menjadi 96,75 dolar Amerika (sekitar Rp1,17 juta) di perdangan pagi.
“Menguatnya dolar AS tidak membantu harga minyak saat ini,†ujar David Lennox, analis sumber daya di Fat Prophets di Sydney, kepada AFP.
“Tidak terjadi perubahan besar saat ini dan harga pasar bergerak mengikuti arus,†tambahnya.
Dolar diperdagangkan 109,45 yen (sekitar Rp12.161,52) di perdagangan Asia pada Senin, naik dari 109,29 yen (sekitar Rp12.142,05) di New York pada Jumat, didorong oleh revisi naik untuk perkiraan pertumbuhan ekonomi AS kuartal kedua.
Kementerian Perdagangan AS pada Jumat mengatakan bahwa ekonomi tumbuh 4,6 persen pada April-Juni, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
Dolar yang lebih kuat membuat harga minyak dalam mata uang tersebut lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lemah, mengurangi permintaan dan menyebabkan penurunan harga.
Analis mengatakan para investor akan mengamati data penting dari AS yang akan dirilis pekan ini untuk mendapatkan petunjuk tentang permintaan di negara pengonsumsi minyak mentah terbesar di dunia tersebut.
Data pendapatan dan belanja pribadi pada Agustus akan dirilis Senin, sementara data penting lain yang akan dirilis dalam sepekan ini meliputi belanja konstruksi, penjualan kendaraan dan non-farm payrolls untuk September. (WDY)
: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.