"Saya telah melihat beragam pertunjukan teater di seluruh dunia dan sebagian besar dari mereka memang kolosal, namun Bali Agung akan menonjol dalam hal konsep dan filosofi," Kata Sidia di Denpasar, Senin.
Acara tersebut dijadwalkan akan digelar di panggung khusus Bali Theater yang telah dibangun di dalam areal Bali Safari dan Marine Park pada 31 Agustus 2010.
Gajah, harimau, berbagai hewan ternak dan beragam burung akan bekerja bersama, berkolaborasi dengan 150 seniman di atas panggung berukuran gigantik 80 m x 40 m, yang akan menjadi wahana terungkapnya kisah asmara legendaris Raja Sri Jaya Pangus, Putri Kang Cing Wei dan Dewi penguasa danau, Dewi Danu.
Meskipun Pulau Dewata telah menjadi tujuan wisata yang amat populer selama 100 tahun, Made Sidia mengatakan acara baru ini akan mengetengahkan dan mengisahkan petualangan para pedagang internasional yang datang ke Bali hampir satu milenium sebelum pariwisata dimulai.
Menurut dia, "Bali Agung" akan menunjukkan bagaimana penduduk lokal mengembangkan kebijakan gerbang terbuka bagi para pengunjung pulau ini.
Saat itu para penduduk memperdagangkan hasil cocok tanam mereka untuk memperoleh barang-barang yang tidak mereka produksi sendiri.
"Salah seorang nahkoda kapal ketika itu membawa putrinya yang kemudian jatuh cinta dan menikah dengan Raja Sri Jaya Pangus," tambahnya.
Menurut Sidia, pernikahan mereka yang menakjubkan dikisahkan kembali dengan anggun di atas panggung dalam sebuah upacara yang otentik, dan akan memikat semua orang yang melihatnya.
“Meskipun kita menggunakan banyak efek tata panggung modern yang tersedia untuk meningkatkan produksi kami, kesemuanya tetap mencitrakan pengalaman budaya Bali penuh pesona," tegas Made Sidia.
Dia mengatakan bahwa tiga karakter utama yang digambarkan dalam produksi masih dihormati sampai hari ini dan patung-patung mereka dapat ditemukan di seluruh pulau.
Patung Raja Sri Jaya Pangus dan istrinya Kang Ching Wei biasanya diarak berkeliling dari rumah ke rumah di desa-desa pada saat ritus Barong Landung yang langka dan hanya dipertunjukkan sekali setiap 210 hari.
Putri Kang Cing Wei adalah salah satu dari dua dewi tertinggi dalam tradisi Bali dan dihormati sebagai Dewi Kemakmuran.
Kuil, tempat pemujaannya biasanya didirikan di setiap lokasi perdagangan dan rumah saudagar.
Dewi Danu adalah dewa tertinggi lainnya dan dipercaya sebagai simbol kesuburan yang juga merupakan dewi Danau Batur yaitu merupakan sumber air berlimpah yang mengairi tanah pertanian seantero pulau ini. (*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.