"Laju pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, saya melihat ada penghancuran generasi muda dengan narkoba," kata Bupati Wayan Geredeg ketika membuka Musyawarah kabupaten Koni setempat, Kamis.
Ia mengatakan, wilayah Kubu Karangasem menjadi salah satu incaran untuk pasar obat terlarang tersebut. Bahkan diakui jaringan narkoba sudah masuk ke dusun-dusun seperti di wilayah pedalaman Muntigunung, Ban dan Pedahan.
Pihaknya mensinyalir predaran narkoba dilakukan warga lokal yang selama ini merantau ke Denpasar. Ini karena janji keuntungan yang cukup besar sehingga warga tertarik untuk melakoninya.
Bupati Geredeg sendiri tidak menyebut secara spesifik pihak yang berpotensi menjadi perantara.
Ia mengharapkan kepada seluruh komponen masyarakat bersikap waspada karena Karangasem yang sedang menggeliat secara ekonomi memang sagat rawan.
"Biasanya daerah yang sedang bergerak maju menjadi incaran," ujarnya.
Bupati Geredeg juga tidak menyebutkan data terkait predaran narkoba di daerah ujung timur Pulau Bali, hanya saja indikasi cukup besar bisa dilihat dari beberapa kali tangkapan pihak Polres Karangasem terkait jaringan narkoba di daerah itu.
Di Kecamatan Kubu beberapa waktu lalu terbongkar ada jaringan SS yang di koordinir warga lokal yang berstatus kepala Dusun. Kubu menjadi sasaran pemasaran karena Kubu sedang berkembang dengan bisnis galian pasir dan batu bekas lahar Gunung Agung.
Ia mengajak semua komponen ikut melakukan pencegahan, karena jika hanya menghadalkan aparat tentunya tidak akan maksimal.
Semua aparat pemerintah dari Perbekel dan kepala dusun serta camat harus pro aktif, jika menemukan hal hal yang mencurigakan agar segera berkordinasi dengan pihak kepolisian. (WDY)
Pewarta: Oleh Putu Arthayasa: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.