Negara (Antara Bali) - Aktivitas pelayaran di Selat Bali, Rabu, masih normal, meskipun Badan
Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan
dini terkait peningkatan ketinggian gelombang di perairan tersebut dalam
dua hari terakhir.
"Memang pada hari Minggu (15/6) dan Senin (16/6) malam sempat kami tutup sekitar satu setengah jam. Tapi mulai hari Selasa (17/6) hingga sekarang penyeberangan normal," kata Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Wahyudi Susianto, saat dihubungi dari Negara, Rabu sore.
ISetiap hari pihaknya mendapatkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG, termasuk peringatan adanya gelombang tinggi yang akan terjadi pada hari-hari mendatang ini.
"Peringatan tersebut tentu kami jadikan acuan, tapi kami melihat juga kondisi di lapangan. Kalau dianggap masih aman untuk penyeberangan, kapal kami beri izin berlayar," ujarnya.
Untuk prosedur tetap tindakan penyeberangan di Selat Bali, dia tetap mengantisipasi potensi cuaca buruk.
Menurut dia, keputusan penutupan Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bisa dilakukan secara mendadak tergantung kondisi cuaca.
"Pelayanan jasa pelayaran bisa kami buka dan tutup sesuai kondisi cuaca. Prioritas kami adalah keselamatan pemumpang," katanya. (GBI/M038)
"Memang pada hari Minggu (15/6) dan Senin (16/6) malam sempat kami tutup sekitar satu setengah jam. Tapi mulai hari Selasa (17/6) hingga sekarang penyeberangan normal," kata Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Wahyudi Susianto, saat dihubungi dari Negara, Rabu sore.
ISetiap hari pihaknya mendapatkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG, termasuk peringatan adanya gelombang tinggi yang akan terjadi pada hari-hari mendatang ini.
"Peringatan tersebut tentu kami jadikan acuan, tapi kami melihat juga kondisi di lapangan. Kalau dianggap masih aman untuk penyeberangan, kapal kami beri izin berlayar," ujarnya.
Untuk prosedur tetap tindakan penyeberangan di Selat Bali, dia tetap mengantisipasi potensi cuaca buruk.
Menurut dia, keputusan penutupan Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bisa dilakukan secara mendadak tergantung kondisi cuaca.
"Pelayanan jasa pelayaran bisa kami buka dan tutup sesuai kondisi cuaca. Prioritas kami adalah keselamatan pemumpang," katanya. (GBI/M038)
Pewarta: Oleh Gembong IsmadiEditor : M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.