"Dia satu-satunya pebulu tangkis putri asal Bali sehingga tetap terus mengasah kemampuannya dan tidak cepat berpuas diri," kata Wakil Ketua Umum Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Provinsi Bali, Wayan Winurjaya, di Denpasar, Rabu.
Deya menjadi pebulutangkis pertama asal Pulau Dewata yang mampu menembus ketatnya persaingan masuk pelatnas. Dia memperoleh kontrak dari produk olahraga Lining senilai Rp100 juta untuk dua tahun.
"Sebagai bentuk syukur, PBSI mengadakan ramah tamah bersama orang tua sekaligus manajer Deya, Made Widnya, guru sekolah dan pelatih, yang juga dihadiri utusan dari Lining," ujarnya.
Sebagai siswi SMA Tunas Daud Denpasar, lanjut dia, prestasi Deya tidak akan bersinar jika tidak didukung oleh pihak sekolah. "Begitu juga peran orangtua yang begitu besar agar anaknya berprestasi, juga tidak bisa dipandang sebelah mata," ujarnya.
Ia menyebutkan empat faktor yang sangat mendukung Deya berprestasi hingga menembus pelatnas, yakni orang tua, sekolah, pelatih, dan program-program dari sponsor. "Satu saja tidak mendukung, mustahil seorang atlet mampu berprestasi. Begitu juga Deya,"ujarnya.
Winurjaya berharap dengan tembusnya Deya menjadi salah seorang penghuni pelatnas nanti dapat menjadi motivasi sehingga kian banyak lagi pebulu tangkis muda Bali mengikuti jejaknya meski untuk itu harus melalui persaingan sangat ketat. (M038)
Pewarta: Oleh I Made Surya: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.