Warga yang memiliki keluarga yang sedang menjalani hukuman di rutan tersebut, memanfaatkan kunjungan bebas dari pihak rutan, sehingga bisa mengajak banyak keluarga lainnya.
"Kalau hari biasa, jumlah pengunjung dibatasi. Saat hari raya seperti ini, kami diperbolehkan masuk dengan membawa banyak orang," kata I Ketut Wiasa, warga Desa Perancak, yang mengunjungi anaknya karena terlibat kasus pencurian.
Pantauan di Rutan Negara, ratusan pengunjung sudah berdatangan di halaman rutan sejak pukul 08.00 wita, padahal jam berkunjung baru dimulai pukul 08.30 wita.
Begitu jam berkunjung dibuka, ratusan warga yang rata-rata mengenakan pakaian adat Bali ini, satu persatu masuk ke rutan, sementara pengunjung lainnya terus berdatangan.
Pukul 11.30 wita saat istirahat siang, ratusan pengunjung masih tertahan di halaman rutan, menunggu hingga pukul 13.30 wita, saat jam berkunjung dibuka kembali, dan ditutup pukul 15.00 wita.
Menurut Wiasa, saat hari raya, petugas memberikan keluasaan kepada pengunjung, untuk bertemu dan ngobrol dengan keluarganya yang ditahan.
"Sekalian memberikan semangat kepada keluarga yang sedang ditahan, sehingga tidak ada kesan mereka ditinggalkan saat hari raya," ujarnya.(GBI)
Pewarta: Oleh Gembong Ismadi: Gembong Ismadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.